Chatib Basri: Orang tak Bisa Berdiam di Rumah, Jika Ekonomi Semakin Memburuk

Jurnalis Senior Aceh, Nezar Patria Jabat Direktur PT Pos Indonesia

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM -  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak jajaran PT Pos Indonesia (Persero). Seluruh jajaran direksi lama dari perusahaan...

Lebih 60 Persen Pasien Meninggal Covid di Aceh Punya Penyakit Penyerta

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, Endang Mutiawati, menyatakan, sebagian besar kasus kematian covid-19 di Aceh...

DPR Aceh Tetapkan BKD, Sulaiman SE Menjabat Ketua

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) akhirnya menetapkan sebanyak anggota Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPR Aceh periode 2019-2024. Penetapan ini...

Miliki Sabu, Pemuda Langkahan Diamankan Polisi

LHOKSUKON | ACEHJURNAL.COM - Seorang pria berinisil BS terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. Warga Dusun Tgk Johan Gampong Alue Krak Kaye, Kecamatan Langkahan, Aceh...

Positif Covid-19, Seorang Dokter Spesialis Anak Meninggal Dunia

LANGSA | ACEHJURNAL.COM - Dunia kedokteran kembali berduka, menyusul dokter spesialis RSUD Langsa, Nurcsan Umar Lubis, SpA, dilaporkan meninggal dunia, Kamis hari ini (24/9/2020)...

Pembatasan Sosial Berskala Besar alias PSBB Jakarta kembali dilakukan, terhitung mulai 14 September 2020, sampai dua minggu ke depan atau 28 September 2020.

PSBB Jakarta secara ketat dilakukan seiring melesatnya jumlah positif corona atau Covid-19. Pemerintah Provinsi DKI menyebut alasan penetapan lagi PSBB Jakarta secara ketat dilakukan agar pertambahan kasus di Jakarta bisa terkendali. Selama 12 hari pertama bulan September angka positif corona di Jakarta merajalela.

Menteri Keuangan tahun 2013-2014 Chatib Basri mengatakan, aktivitas orang keluar untuk berbelanja, bekerja meningkatkan jumlah kasus positif Covid-19.

“Semakin orang  keluar rumah semakin tinggi kasus covid. Artinya protokol kesehatan tidak dipatuhi ketika orang keluar rumah,” tulis Chatib Basri, dalam Twitter resminya, Minggu (13/9).

Menariknya, cuit Chatib, meningkatnya angka kematian ternyata tidak benar-benar membuat masyarakat tingal di rumah.  Naiknya kasus kematian tak membuat orang berdiam diri di rumah.

Mereka hanya akan menahan  orang untuk  tinggal di rumah untuk beberapa hari saja, yakni kurang dari 5 hari.  “Setelah itu (5 hari) tak berdampak dan cenderung keluar lagi,” tulis Chatib

Meski ada perasaan takut tertular, orang-orang terpaksa kembali keluar lantaran adanya kebutuhan ekonomi yang harus dipenuhi. “Semakin buruk situasi ekonomi, akan semakin membuat orang beraktivitas di luar,” ujar Chatib.

Berdasarkan data Google Mobility, Chatib mendapat kesimpulan bahwa orang hanya bisa tinggal di rumah jika memiliki tabungan atau mendapat bantuan sosial.

” Jika tidak ada tabungan atau perlindungan sosial orangg akan keluar rumah. Karena itu,  sepertu saya katakan PSBB bias memihak kelompok menengah atas jika bansos tidak diberikan. BLT menjadi penting sekali,” kata dia,

Ada tiga alasan yang membuat orang memutuskan beraktivitas lagi, meski kasus positif corona atau Covid-19 terus meningkat.

Pertama, orang cenderung optimistis terhadap kemampuannya menghindari ancaman virus, atau dengan mengambil pertimbangan karena melihat orang lain tetap aman saat tidak bertahan di rumah.

Kedua, dampak atau tuntutan ekonomi. “Saya di rumah tidak bisa kerja, saya keluar mungkin kena virus, mungkin juga tidak. Lebih baik saya keluar,” ujarnya.

Ketiga yakni habit atau kebiasaan manusia sebagai makhluk sosial. “Kasus kematian membuat orang takut dalam beberapa hari tapi setelah itu habit akan kembali,” ujar dia.

Hingga saat ini, masih banyak orang yang tidak dapat melakukan pekerjaan dari rumah. Apalagi, pekerja di sektor-sektor informal yang menggantungkan penghasilan harian. Mereka antara lain: para  pedagang pasar,  tukang ojek, buruh cuci hingga supir angkot. Mereka tetap harus keluar rumah untuk mencari penghasilkan, sekalipun PSBB ketat dilakukan.

Seperti kata Chatib, kelompok masyarakat ini bisa berdiam diri di rumah jika ada jaminan perlindungan sosial dari pemerintah.[]

 

Sumber: Kontan.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

Jurnalis Senior Aceh, Nezar Patria Jabat Direktur PT Pos Indonesia

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM -  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak jajaran PT Pos Indonesia (Persero). Seluruh jajaran direksi lama dari perusahaan...

Lebih 60 Persen Pasien Meninggal Covid di Aceh Punya Penyakit Penyerta

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, Endang Mutiawati, menyatakan, sebagian besar kasus kematian covid-19 di Aceh...

DPR Aceh Tetapkan BKD, Sulaiman SE Menjabat Ketua

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) akhirnya menetapkan sebanyak anggota Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPR Aceh periode 2019-2024. Penetapan ini...

Related Articles

Jurnalis Senior Aceh, Nezar Patria Jabat Direktur PT Pos Indonesia

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM -  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak jajaran PT Pos Indonesia (Persero). Seluruh jajaran direksi lama dari perusahaan...

Lebih 60 Persen Pasien Meninggal Covid di Aceh Punya Penyakit Penyerta

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, Endang Mutiawati, menyatakan, sebagian besar kasus kematian covid-19 di Aceh...

DPR Aceh Tetapkan BKD, Sulaiman SE Menjabat Ketua

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) akhirnya menetapkan sebanyak anggota Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPR Aceh periode 2019-2024. Penetapan ini...