Cegah Covid-19, ASN di Aceh Dilarang ke Luar Daerah

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aceh dilarang bepergian ke luar daerah selama cuti dan libur nasional. Tujuannya untuk mencegah penularan virus corona di Bumi Serambi Mekkah. Instruksi Pemerintah Aceh ini merujuk Surat Edaran Menteri Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2021 dan berlaku secara nasional. Adapun instruksi Pemerintah Aceh ini tertuang dalam Surat Gubernur Aceh Nomor 061.2/11917 yang ditandatangani Gubernur Aceh, Nova Iriansyah pada 5 Juli 2021.
Juru Bicara Satuan Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani mengatakan, ASN juga dilarang bepergian selama hari Minggu maupun hari libur nasional.
“Instruksi ini berlaku baik sebelum maupun sesudah hari libur,” kata Saifullah Abdulgani melalui keterangan resmi pada Jumat (9/7/2021).
Sapaan akrab SAG menjelaskan, larangan itu tidak berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang melaksanakan tugas kedinasan. Ini dibuktikan dengan adanya surat resmi kedinasan ditandangani minimal oleh Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).
SAG menjelaskan, aturan itu berlaku bagi PNS apabila perlu melakukan kegiatan ke luar daerah dengan sayrat mendapat izin dari atasannya. Meskipun demikian, PNS yang diberikan izin bepergian juga harus memperlihatkan peta zonasi penyebaran Covid-19 sebagaimana ditetapkan Satgas Penangan Covid-19.
“Pegawai ASN yang hendak ke luar daerah tersebut harus memperhatikan peraturan atau kebijakan pembatasan ke luar dan masuk orang yang ditetapkan Pemerintah Daerah asal dan tujuan perjalanannya,” jelas SAG.
Saat bepergian, ASN harus memperhatikan kriteria, persyaratan, dan protokol perjalanan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan dan Satgas Penanganan Covid-19, dan protokol kesehatan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.
Advertisement

“Ketentuan ke luar dan masuk ke suatu daerah, protokol perjalanan, dan protokol kesehatan, harus menjadi perhatian khusus dalam masa Pandemi Covid-19 saat ini,” tambah SAG.
Terkait dengan pembatasan cuti, SAG menjelaskan, ASN tidak mengajukan cuti dalam minggu sebelum dan sesudah hari libur nasional. Pasalnya, Pejabat Pembina Kepegawaian tidak akan memberikan izin cuti yang diajukan tersebut.
“Kecuali cuti melahirkan, cuti sakit, atau cuti karena alasan penting lainnya. Bagi Non ASN dikecualikan cuti melahirkan atau cuti sakit,” tambahnya.
Selanjutnya SAG mengatakan, Surat Edaran Gubernur Aceh tetang Pembatasan Kegiatan Berpergian Ke Luar Daerah dan Cuti Bagi Pegawai ASN Selama Hari Libur Nasional 2021 dalam Masa Pandemi Covid-19, tersebut, juga mewajibkan semua Pegawai ASN berperilaku hidup bersih dan sehat, serta menerapkan 5M + 3T.
Penerapan 5M yakni menggunakan masker dengan benar ketika di luar rumah atau berpergian tanpa kecuali, mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir, menjaga jarak dengan orang (physical diatancing) saat berkomunikasi. Menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Sedangkan yang dimaksud 3T yaitu testing atau pemeriksaan dini pada seseorang, tracing atau pelacakan kontak erat kasus konfirmasi positif Covid-19, dan treatmen atau perawatan bagi seseorang yang terkonfirmasi positif Covid-19.
“Surat edaran ini mengikat pejabat pembina kepegawaian dan seluruh Pegawai ASN, dan bila tidak dilaksanakan bisa dikenakan hukuman disiplin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT