Cari Ikan di Sungai, Pria Ini Tewas Tersengat Listrik

Polisi Musnahkan 10 Hektare Ganja di Aceh Besar

JANTHO | ACEHJURNAL.COM - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memusnahkan 10 hektare ladang ganja di kawasan Lamteuba, Kabupaten Aceh Besar,...

Puluhan Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Aceh Tenggara

KUTACANE | ACEHJURNAL.COM – Angin kencang disertai hujan deras melanda kawasan Aceh Tenggara, Minggu sore (27/9), pukul 17.00 WIB, merusak puluhan rumah warga, menumpangkan...

Disinggung Mualem Soal Pemekaran ALA, Bupati Amru Minta Maaf

BLANGKEJEREN | ACEHJURNAL.COM : Bupati Gayo Lues, H. M. Amru menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan Partai Aceh terkait isu pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara...

Doni Monardo : Presiden Tugaskan Saya Bantu Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama Ketua Satuan Tugas Covid-19 Nasional, Doni Monardo, menggelar rapat koordinasi penanganan Covid-19 melalui...

Isu Pemekaran ALA, Mualem : Amru Jangan Bermain Api

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Ketua KPA/PA, H. Muzakir Manaf meminta kepada Bupati Gayo Lues, M. Amru agar tidak memperkeruh suasana terkait isu pemekaran...

JANTHO | ACEHJURNAL – Nasib nahas dialami Razali, warga Leupung Ulee Alue, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar. Pria yang berprofesi sebagai tukang bangunan ini ditemukan meninggal akibat tersengat listrik dari aki yang dipakai mencari ikan di kawasan gampong Cot Cut, Aceh Besar, Senin (6/7/2020) siang.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Kuta Baro, AKP Hadriman mengatakan, korban dikabarkan tewas akibat tersengat aliran listrik miliknya saat mencari ikan.

“Kejadian tersebut terjadi pada saat korban sedang beristirahat dalam membangun rumah milik Muhammad Amin,” kata Kapolsek Kuta Baro, AKP Hadriman, Senin (6/7/2020).

Berdasarkan kronologisnya, korban saat jam istirahat memanfaatkan waktu kosong untuk mencari ikan di sungai. Ia mengandalkan alat ikan penyetrum ikan yang disambungkan pada arus tempat korban bekerja. Menurut keterangan saksi, korban baru dua kali mencari ikan dengan mengunakan arus listrik secara langsung. Aksinya ini terjadi karena ketidaktauan korban akan bahayanya menyetrum ikan menggunakan arus listrik secara langsung. Namun dikarenalan tegangan listriknya melebihi arus baterai biasa yang umumnya digunakan oleh para pencari ikan.

Saat korban menyetrum ikan, dirinya sempat tepeleset ke sungai sehingga korban tersengat arus listrik yang korban pakai sendiri. Salah satu rekannya bernama Munzir sempat melihat korban terjatuh ke sungai. Munzir kemudian langsung mematikan arus listrik tersebut.

“Munzir dibantu beberapa rekannya langsung menevakuasi korban ke atas bantaran sungai,” kata AKP Hadriman.

Saat korban diangkat keatas bantaran sungai, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Warga kemudian melaporkan perihal kejadian ke Polsek Kuta Baro.

AKP Hadriman mengatakan, dalam peristiwa ini, ia bersama personel melakukan pengamanan terhadap tempat kejadian perkara dan melakukan koordinasi dengan unit identifikasi Polresta Banda Aceh atas kejadian ini.

“Hasil koordinasi dengan pihak keluarga korban, mereka menolak untuk dilakukan visum et revertum dengan melampirkan surat pernyataan menolak untuk di periksa oleh tim medis,” tambahnya.

Tidak jauh dari lokasi kejadian, petugas menemukan alat yang digunakan oleh korban untuk menyetrum ikan. Selain itu, turut diamankan kabel listrik yang korban pergunakan untuk mengaliri aliran listrik dari rumah Muhammad Amin ke bantaran sungai.

Kapolsek AKP Hadriman mengimbau warga untuk tidak melakukan penyetruman ikan menggunakan aliran listrik. Selain membahayakan nyawa, juga akan membahayakan ekosistem dan merusak lingkungan. Menurutnya, listrik yang digunakan untuk melumpuhkan ikan mungkin tegangannya tidak tinggi, namun bisa ikut mematikan hewan kecil yang ada di sekitarnya.

“Padahal, hewan-hewan kecil tersebut adalah sumber makanan ikan, selain itu apabila menggunakan tegangan tinggi, selain ikan yang mati, juga akan membahayakan diri kita sendiri,” katanya lagi. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

Polisi Musnahkan 10 Hektare Ganja di Aceh Besar

JANTHO | ACEHJURNAL.COM - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memusnahkan 10 hektare ladang ganja di kawasan Lamteuba, Kabupaten Aceh Besar,...

Puluhan Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Aceh Tenggara

KUTACANE | ACEHJURNAL.COM – Angin kencang disertai hujan deras melanda kawasan Aceh Tenggara, Minggu sore (27/9), pukul 17.00 WIB, merusak puluhan rumah warga, menumpangkan...

Disinggung Mualem Soal Pemekaran ALA, Bupati Amru Minta Maaf

BLANGKEJEREN | ACEHJURNAL.COM : Bupati Gayo Lues, H. M. Amru menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan Partai Aceh terkait isu pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara...

Related Articles

Polisi Musnahkan 10 Hektare Ganja di Aceh Besar

JANTHO | ACEHJURNAL.COM - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memusnahkan 10 hektare ladang ganja di kawasan Lamteuba, Kabupaten Aceh Besar,...

Puluhan Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Aceh Tenggara

KUTACANE | ACEHJURNAL.COM – Angin kencang disertai hujan deras melanda kawasan Aceh Tenggara, Minggu sore (27/9), pukul 17.00 WIB, merusak puluhan rumah warga, menumpangkan...

Disinggung Mualem Soal Pemekaran ALA, Bupati Amru Minta Maaf

BLANGKEJEREN | ACEHJURNAL.COM : Bupati Gayo Lues, H. M. Amru menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan Partai Aceh terkait isu pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara...