Acehjurnal.com – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mendorong PT Pertagas Niaga (PTGN) untuk memperluas jaringan gas pipa hingga menjangkau seluruh wilayah Aceh, khususnya ibu kota provinsi Banda Aceh. Langkah ini dinilai penting guna memenuhi kebutuhan rumah tangga dan ritel, sekaligus mengurangi beban subsidi pemerintah dalam program LPG.
Dorongan tersebut disampaikan usai pertemuan antara jajaran BPMA dengan Direktur Utama PTGN Toto Yulianto di Banda Aceh pada Senin, 15 September 2025. Pertemuan tersebut membahas pasokan serta monetisasi gas dari Wilayah Kerja (WK) migas Aceh.
Kepala BPMA, Nasri Djalal, menyatakan harapannya agar PTGN dapat mengeksplorasi program penyaluran gas di Banda Aceh mengingat tingginya permintaan. “Kami sangat mengharapkan program penyaluran gas di Banda Aceh ini dapat dieksplorasi oleh PTGN mengingat permintaan cukup besar,” ujar Nasri.
Selama ini, PTGN sebagai anak usaha subholding gas PT PGN Tbk telah membeli gas dari WK “B” dan Blok A untuk disalurkan ke PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan sejumlah industri di Sumatera Bagian Utara. Ekspansi jaringan diharapkan dapat memperluas manfaat ke sektor rumah tangga.
Direktur Utama PTGN, Toto Yulianto, menegaskan kesiapan perusahaannya dalam menyerap seluruh volume gas bumi yang berasal dari Aceh. “Kami berharap sinergi semakin kuat, apalagi tantangan pasokan gas di Sumatera dan Jawa cukup besar,” tegas Toto.
Di sisi lain, Deputi Keuangan dan Monetisasi BPMA, Afrul Wahyuni, mengungkapkan bahwa kontraktor migas di Aceh terus melakukan eksplorasi untuk menemukan cadangan baru. Salah satunya adalah PT PGE di WK B yang melalui kegiatan seismik dan pengeboran di Lapangan Rayeu dan Arun OVB menunjukkan prospek yang menjanjikan.
BPMA menekankan bahwa peran pembeli gas seperti PTGN sangat strategis karena berkontribusi langsung terhadap penerimaan negara dan daerah. Keberadaan industri migas diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh.
Nasri Djalal menambahkan, “Aceh sebagai penghasil migas harus merasakan manfaat nyata dari keberadaan industri ini.” Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan nilai tambah dan pemerataan akses energi bagi masyarakat.
Ekspansi jaringan gas pipa tidak hanya mendukung efisiensi energi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan pada energi impor. Dukungan terhadap program ini diharapkan dapat mempercepat realisasi perluasan infrastruktur gas.
Dengan demikian, kolaborasi antara BPMA dan PTGN diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat Aceh. Sinergi antarlembaga menjadi kunci dalam mewujudkan program tersebut.
(Sumber: Original Content)



