Acehjurnal.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat melakukan operasi evakuasi terhadap korban ledakan tabung oksigen yang terjadi di gudang Desa Gampa, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh. Puluhan personel dikerahkan untuk menangani insiden yang menewaskan dua orang tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat Teuku Ronal Nehdiansyah mengonfirmasi bahwa timnya telah tiba di lokasi kejadian pada Rabu. “Dua korban meninggal dunia,” ujarnya di Meulaboh, menegaskan kronologi awal penanganan bencana.
Berdasarkan hasil evakuasi di lapangan, jumlah korban dalam musibah tersebut mencapai tiga orang. Ronal menjelaskan, “Terdiri atas dua orang meninggal dunia dan satu orang selamat.”
Identitas para korban masih dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang. “Satu orang korban selamat, namun untuk identitas para korban masih kami telusuri,” tambah Ronal.
Selain fokus pada evakuasi korban, petugas BPBD Aceh Barat juga melakukan penanganan di lokasi kejadian. Tiga armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengamankan area sekitar gudang.
Mobil ambulans turut disiagakan dalam operasi tersebut. “Pihaknya juga mengerahkan satu ambulans yang digunakan mengevakuasi para korban,” jelas Ronal.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti ledakan tabung oksigen masih dalam tahap penyelidikan. “Untuk penyebab kejadian, sejauh ini masih dalam penyelidikan pihak berwajib,” pungkas Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat.
Operasi penanganan darurat ini melibatkan koordinasi intensif antarinstansi terkait. BPBD Aceh Barat memastikan proses evakuasi berjalan lancar meski dalam kondisi darurat.
Lokasi kejadian ledakan yakni gudang di Desa Gampa telah dikunci dan diamankan. Masyarakat sekitar diimbau untuk tidak mendekati area tersebut selama proses investigasi.
Kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah setempat. Evaluasi standar keamanan penyimpanan tabung oksigen akan menjadi bahan pertimbangan pasca-insiden.
BPBD Aceh Barat berkomitmen memberikan pendampingan hingga proses identifikasi korban tuntas. Tim psikolog juga disiagakan untuk memberikan dukungan trauma healing bagi keluarga korban.
Sumber: ANTARA



