BNN Aceh Ungkap Jaringan Kakap Narkoba, 10 Ribu Butir Ekstasi dan 8 Kg Sabu Disita

Bantu 500 Abang Becak, T. Riefky Harsya : Pendapatan Turun Selama Covid-19

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Sebanyak 500 abang becak mendapat bantuan langsung dari Teuku Riefky Harsya, anggota DPR RI asal Aceh. Bantuan tersebut diserahkan...

Tak Terima Diputusin, Pria Ini Sebar Video Mesum Pacarnya di Instagram

BENGKULU | Video mesum siswi SMA di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, beredar di media sosial. Kasus ini membuat pelajar tersebut dikeluarkan dari sekolah. Rekaman adegan...

Fadli Zon Minta Kritik Soal Omnibus Law Diarahkan ke Presiden Jokowi, Bukan DPR

JAKARTA | Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, menilai kritik masyarakat terhadap omnibus law Undang-Undang atau UU Cipta Kerja harus diarahkan kepada Presiden...

Sebelum Menikah, Mieke Amalia Ngaku Kumpul Kebo Bersama Tora Sudiro

JAKARTA - Mieke Amalia membuka masa lalunya dengan Tora Sudiro. Hubungan keduanya terjalin penuh liku. Mieke berselingkuh dengan Tora saat keduanya terlibat dalam satu proyek...

Kasus Covid-19 di Aceh Tembus 7.037, Banda Aceh dan Aceh Besar Tertinggi

BANDA ACEH - Kasus positif Covid-19) di Provinsi Aceh menembus 7.037 orang. Sebaran kasus terbanyak terdapat di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Berdasarkan data...

BANDA ACEH | Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh menangkap dua orang yang merupakan salah satu jaringan kakap peredaran narkoba di Bumi Serambi Makkah.Dari tangan keduanya, petugas menyita 10 ribu butir ekstasi dan 8 kilogram sabu.

Kepala BNNP Aceh, Komjen Pol Heru Pranoto, mengatakan keduanya berinisial RA (30) dan ZU (29) yang merupakan warga Aceh Utara. Keduanya ditangkap di lokasi berbeda pada akhir September 2020. Barang bukti yang disita hendak dikirim ke Jawa.

“Pengungkapan peredaran gelap narkotika golongan I jenis sabu dan ekstasi ini, barang bukti yang berhasil diamankan sabu sebesar 8.382,52 gram dan 10.000 butir pil ekstasi,” kata Heru dalam konferensi pers di kantor BNNP Aceh, Selasa (13/10).

Heru menjelaskan dalam jaringan ini, RA berperan sebagai orang yang menjemput dan membawa barang haram tersebut. Sedangkan ZU adalah pengendali dan penghubung antara RA dengan TS (DPO) di Jawa.

Heru menyatakan kronologi penangkapan RA dan ZU berawal dari informasi masyarakat mengenai peredaran gelap narkotika di wilayah Idi Rayeuk, Aceh Timur, pada 17 September 2020. Mengantongi informasi itu, selanjutnya petugas langsung bergerak menuju ke lokasi.

Dari hasil penyelidikan, sekitar pukul 22.00.WIB, awalnya petugas berupaya menangkap RA yang sedang mengendarai sepeda motor di Jl. Medan-Banda Aceh, tepatnya di Desa Seneubok Barat, Kecamatan IDI Timur, Aceh Timur. Namum RA melarikan diri dan meninggalkan sepeda motornya.

“Tim lalu menggeledah motor tersangka dan ditemukan 8 bungkus narkotika jenis sabu seberat 8.382,52 gram, yang terbungkus dengan bungkusan merk teh china di dalam jok motor. Kemudian 6 bungkus atau 10 ribu butir pil ekstasi yang diletakkan pada bagian depan motornya,” kata Heru.

Sehari setelahnya yakni pada 8 September 2020 sekira pukul 04.00 WIB, tim mendapatkan informasi tentang keberadan RA. Selanjutnya tim BNNP Aceh bersama Polda Aceh langsung memburu RA.

“RA berhasil ditangkap di halte bus Jl. Medan-Banda Aceh depan Rumah Sakit Umum Cut Meutia Lhokseumawe. Di lokasi tim menginterogasi RA dan mengatakan barang bukti milik ZU,” tuturnya.

Berdasarkan keterangan RA, selanjutnya pada 19 September petugas mengejar ZU yang saat itu posisinya berada di Kota Medan, Sumatera Utara.

“Sekitar pukul 14.25 WIB tim mendapatkan informasi ZU berada di Warung Nasi di Jl. Hasanuddin Kota Medan. Tim langsung ke sana dan berhasil mengamankan ZU,” kata Heru.

“RA dan ZU ini adalah jaringan besar keduanya sudah lama diintai petugas. Memang barang bukti yang kita amankan tidak begitu besar, tetapi cukup lumayan,” tambahnya.

Atas perbuatannya, RA dan ZU ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 115 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika. Keduanya terancam hukuman mati. [KUMPARAN]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Bantu 500 Abang Becak, T. Riefky Harsya : Pendapatan Turun Selama Covid-19

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Sebanyak 500 abang becak mendapat bantuan langsung dari Teuku Riefky Harsya, anggota DPR RI asal Aceh. Bantuan tersebut diserahkan...

Tak Terima Diputusin, Pria Ini Sebar Video Mesum Pacarnya di Instagram

BENGKULU | Video mesum siswi SMA di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, beredar di media sosial. Kasus ini membuat pelajar tersebut dikeluarkan dari sekolah. Rekaman adegan...

Fadli Zon Minta Kritik Soal Omnibus Law Diarahkan ke Presiden Jokowi, Bukan DPR

JAKARTA | Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, menilai kritik masyarakat terhadap omnibus law Undang-Undang atau UU Cipta Kerja harus diarahkan kepada Presiden...

BERITA TERKAIT

Bantu 500 Abang Becak, T. Riefky Harsya : Pendapatan Turun Selama Covid-19

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Sebanyak 500 abang becak mendapat bantuan langsung dari Teuku Riefky Harsya, anggota DPR RI asal Aceh. Bantuan tersebut diserahkan...

Tak Terima Diputusin, Pria Ini Sebar Video Mesum Pacarnya di Instagram

BENGKULU | Video mesum siswi SMA di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, beredar di media sosial. Kasus ini membuat pelajar tersebut dikeluarkan dari sekolah. Rekaman adegan...

Fadli Zon Minta Kritik Soal Omnibus Law Diarahkan ke Presiden Jokowi, Bukan DPR

JAKARTA | Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, menilai kritik masyarakat terhadap omnibus law Undang-Undang atau UU Cipta Kerja harus diarahkan kepada Presiden...