Besok, Enam Nelayan Anak Dibawah Umur Asal Aceh Dipulangkan

Milad ke-44 GAM dan Kisah Halimon Gunong Aulia

SIGLI | ACEHJURNAL.COM – Pagi itu, cuaca langit di penghujung November 2020 lalu terlihat cerah.  Arah jarum jam menunjukkan pukul 10.30 WIB. Gumpalan kabut...

Geledah Rumah Dinas Istri Edhy Prabowo, KPK Amankan Barang Elektronik

JAKARTA | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan dokumen dan barang elektronik dari penggeledahan rumah dinas Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Iis Edhy...

Sempat Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman, Nurzahri : Secara Legalitas Sudah Sah Bendera Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Massa dari kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mengibarkan bendera Bulan Bintang di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat...

Google Pilih Noken Papua Hari Ini

JAKARTA | Google pada hari ini (4/12) memilih noken Papua sebagai bagian dari Google Doodle dalam merayakan hari pengakuan tas tradisional masyarakat Papua tersebut...

Massa Kibarkan Bendera Bintang Bulan di Masjid Raya Baiturrahman

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Kendati adanya himbauan pemerintah agar tidak mengibarkan dulu bendera Bulan Bintang di Aceh tak digubris warga. Hari ini, Jumat (4/12) massa...

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM – Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah memerintah Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal dan Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs Alhudri  untuk segera memulangkan enam nelayan anak dibawah umur ke kampung halamannya masing-masing. Mereka tiba di Jakarta, Kamis (16/7/2020) kemarin.

Hal itu disampaikan Nova Iriansyah saat bertemu dengan keenam orang anak tersebut, di Mess Aceh Indramayu, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

“Kita bersyukur kepada Allah SWT, karena sudah diperbolehkan pulang oleh Pemerintah Thailand. Insya Allah besok (Sabtu) kalian akan dipulangkan ke Aceh,” kata Nova Iriansyah kepada enam anak remaja itu.

Nova juga menghormati proses hukum Pemerintah Thailand yang menjalankan aturannya sesuai dengan peraturan yang ada di negaranya dan juga hukum internasional.

“Yang jelas apa yang dialami, semuanya harus jadi pengalaman. Apa kesalahan yang kita lakukan, dan kita tidak boleh marah atau protes. Karena Kalau mereka masuk ke perairan kita, maka hal yg sama kita lakukan, begitulah hukumnya,” kata Nova Iriansyah.

Untuk itu, Plt Gubernur Aceh meminta mereka mengambil hikmah dibalik semua kejadian itu. Dan harus bersyukur kepada Allah SWT, karena sudah diberikan kesehatan.

Nova memastikan pemulangan enam nelayan asal Aceh tersebut pada Sabtu (18/7) besok. Dia berharap, agar nantinya saat tiba di kampung halaman masing-masing, anak-anak itu tetap melanjutkan sekolahnya.

Menurutnya, dengan mereka melanjutkan pendidikan, nantinya masih bisa juga jadi nelayan yang lebih moderen, berdasarkan ilmu yang dipelajari di sekolahnya.

“Yang terpenting, pertama kalau masih sekolah, Lanjutkan sekolah dulu atau belajar ngaji di dayah. Tapi saran saya sekolah dulu, belajar menjadi nelayan moderen,” kata Nova Iriansyah.

Nova mengatakan tidak ada yang salah dengan pekerjaan nelayan. Sebab dengan adanya pekerjaan tersebut, maka kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi.

Namun, kata Nova, apabila nanti keenam nelayan di bawah umur tersebut tidak ada biaya untuk melanjutkan sekolah, bisa menghubungi Bupati setempat.

“Atau nanti saya yang akan hubungi bupatinya. Walaupun sebenarnya harus ada perhatian khusus dari bupati untuk sekolah. Kalian sabar dulu, sekolah dulu. Nanti bisa pilih sekolah di SMK perikanan, atau kalau sudah dewasa jadi pengusaha ikan,” katanya.

Adapun, keenam anak dibawah umur itu diamankan Pemerintah Thailand pada 10 Maret dan 21 Januari 2020 lalu, di Perairan Andaman bersama 51 nelayan lainnya, dengan waktu dan kapal yang berbeda, yakni KM Tuah Sulthan dan KM Perkasa Mahera dan Vothus.

Masing-masing mereka diantaranya, Mawardi (16) asal kampung Mata Bunga, Desa Sejatera, Aceh Timur, Iqbal (16) asal Kampung Leugeu Baru, Desa Melati, Peureulak, Aceh Timur, Abdul (16) asal Kampung Payah Pengat, Desa Dama Pulau.

Kemudian, M Israkil Kasta (17) asal Pulo Blang Mang, Hamdan (17) asal Puedawa Rayeuk dan Mustafa (17) yang berasal dari Idi Cut.

Sebelumnya, sebanyak enam nelayan asal Aceh dari 57 orang yang ditangkap oleh Pemerintah Thailand di Perairan Andaman pada 10 Maret dan 21 Januari 2020 lalu, enam diantaranya adalah anak dibawah umur.

Saat ini, keenam anak tersebut ditampung di Rumah Singgah Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta, sebelum dipulangkan. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Milad ke-44 GAM dan Kisah Halimon Gunong Aulia

SIGLI | ACEHJURNAL.COM – Pagi itu, cuaca langit di penghujung November 2020 lalu terlihat cerah.  Arah jarum jam menunjukkan pukul 10.30 WIB. Gumpalan kabut...

Geledah Rumah Dinas Istri Edhy Prabowo, KPK Amankan Barang Elektronik

JAKARTA | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan dokumen dan barang elektronik dari penggeledahan rumah dinas Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Iis Edhy...

Sempat Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman, Nurzahri : Secara Legalitas Sudah Sah Bendera Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Massa dari kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mengibarkan bendera Bulan Bintang di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat...

BERITA TERKAIT

Milad ke-44 GAM dan Kisah Halimon Gunong Aulia

SIGLI | ACEHJURNAL.COM – Pagi itu, cuaca langit di penghujung November 2020 lalu terlihat cerah.  Arah jarum jam menunjukkan pukul 10.30 WIB. Gumpalan kabut...

Geledah Rumah Dinas Istri Edhy Prabowo, KPK Amankan Barang Elektronik

JAKARTA | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan dokumen dan barang elektronik dari penggeledahan rumah dinas Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Iis Edhy...

Sempat Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman, Nurzahri : Secara Legalitas Sudah Sah Bendera Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Massa dari kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mengibarkan bendera Bulan Bintang di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat...