Besok, Enam Nelayan Anak Dibawah Umur Asal Aceh Dipulangkan

Jaksa Pinangki Diduga Coba Samarkan Duit Suap dari Djoko Tjandra

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung menyebut Jaksa Pinangki Sirna Malasari menerima suap dari Djoko Tjandra lewat Andi Irfan Jaya sebesar...

Gatot Nurmantyo Beberkan Dirinya Dicopot Sebagai Panglima TNI Karena Putar Fil G30S/PKI

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Presidium Komite Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, menceritakan kembali latar belakang dicopotnya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

Suami Salat Subuh, Istri Pasok Pria Ke Kamarnya di Langsa

LANGSA | ACEHJURNAL.COM - Warga Gampong Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa geram. Pasalnya, warga mendapati paangan non muhrim yang diduga melakukan...

Dipukul Rekannya, TKI Asal Aceh Meninggal Dunia di Malaysia

TAPAKTUAN | ACEHJURNAL.COM - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Aceh Selatan, Zulman, 30, tewas di Malaysia, setelah dia mengalami luka serius akibat menjadi...

Jumat Besok, DPRA Kembali Gelar Lanjutan Sidang Interpelasi Terhadap Plt Gubernur Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) kembali menggelar jadwal lanjutan sidang interpelasi terhadap Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Sidang lanjutan...

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM – Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah memerintah Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal dan Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs Alhudri  untuk segera memulangkan enam nelayan anak dibawah umur ke kampung halamannya masing-masing. Mereka tiba di Jakarta, Kamis (16/7/2020) kemarin.

Hal itu disampaikan Nova Iriansyah saat bertemu dengan keenam orang anak tersebut, di Mess Aceh Indramayu, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

“Kita bersyukur kepada Allah SWT, karena sudah diperbolehkan pulang oleh Pemerintah Thailand. Insya Allah besok (Sabtu) kalian akan dipulangkan ke Aceh,” kata Nova Iriansyah kepada enam anak remaja itu.

Nova juga menghormati proses hukum Pemerintah Thailand yang menjalankan aturannya sesuai dengan peraturan yang ada di negaranya dan juga hukum internasional.

“Yang jelas apa yang dialami, semuanya harus jadi pengalaman. Apa kesalahan yang kita lakukan, dan kita tidak boleh marah atau protes. Karena Kalau mereka masuk ke perairan kita, maka hal yg sama kita lakukan, begitulah hukumnya,” kata Nova Iriansyah.

Untuk itu, Plt Gubernur Aceh meminta mereka mengambil hikmah dibalik semua kejadian itu. Dan harus bersyukur kepada Allah SWT, karena sudah diberikan kesehatan.

Nova memastikan pemulangan enam nelayan asal Aceh tersebut pada Sabtu (18/7) besok. Dia berharap, agar nantinya saat tiba di kampung halaman masing-masing, anak-anak itu tetap melanjutkan sekolahnya.

Menurutnya, dengan mereka melanjutkan pendidikan, nantinya masih bisa juga jadi nelayan yang lebih moderen, berdasarkan ilmu yang dipelajari di sekolahnya.

“Yang terpenting, pertama kalau masih sekolah, Lanjutkan sekolah dulu atau belajar ngaji di dayah. Tapi saran saya sekolah dulu, belajar menjadi nelayan moderen,” kata Nova Iriansyah.

Nova mengatakan tidak ada yang salah dengan pekerjaan nelayan. Sebab dengan adanya pekerjaan tersebut, maka kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi.

Namun, kata Nova, apabila nanti keenam nelayan di bawah umur tersebut tidak ada biaya untuk melanjutkan sekolah, bisa menghubungi Bupati setempat.

“Atau nanti saya yang akan hubungi bupatinya. Walaupun sebenarnya harus ada perhatian khusus dari bupati untuk sekolah. Kalian sabar dulu, sekolah dulu. Nanti bisa pilih sekolah di SMK perikanan, atau kalau sudah dewasa jadi pengusaha ikan,” katanya.

Adapun, keenam anak dibawah umur itu diamankan Pemerintah Thailand pada 10 Maret dan 21 Januari 2020 lalu, di Perairan Andaman bersama 51 nelayan lainnya, dengan waktu dan kapal yang berbeda, yakni KM Tuah Sulthan dan KM Perkasa Mahera dan Vothus.

Masing-masing mereka diantaranya, Mawardi (16) asal kampung Mata Bunga, Desa Sejatera, Aceh Timur, Iqbal (16) asal Kampung Leugeu Baru, Desa Melati, Peureulak, Aceh Timur, Abdul (16) asal Kampung Payah Pengat, Desa Dama Pulau.

Kemudian, M Israkil Kasta (17) asal Pulo Blang Mang, Hamdan (17) asal Puedawa Rayeuk dan Mustafa (17) yang berasal dari Idi Cut.

Sebelumnya, sebanyak enam nelayan asal Aceh dari 57 orang yang ditangkap oleh Pemerintah Thailand di Perairan Andaman pada 10 Maret dan 21 Januari 2020 lalu, enam diantaranya adalah anak dibawah umur.

Saat ini, keenam anak tersebut ditampung di Rumah Singgah Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta, sebelum dipulangkan. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

Jaksa Pinangki Diduga Coba Samarkan Duit Suap dari Djoko Tjandra

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung menyebut Jaksa Pinangki Sirna Malasari menerima suap dari Djoko Tjandra lewat Andi Irfan Jaya sebesar...

Gatot Nurmantyo Beberkan Dirinya Dicopot Sebagai Panglima TNI Karena Putar Fil G30S/PKI

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Presidium Komite Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, menceritakan kembali latar belakang dicopotnya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

Suami Salat Subuh, Istri Pasok Pria Ke Kamarnya di Langsa

LANGSA | ACEHJURNAL.COM - Warga Gampong Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa geram. Pasalnya, warga mendapati paangan non muhrim yang diduga melakukan...

Related Articles

Jaksa Pinangki Diduga Coba Samarkan Duit Suap dari Djoko Tjandra

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung menyebut Jaksa Pinangki Sirna Malasari menerima suap dari Djoko Tjandra lewat Andi Irfan Jaya sebesar...

Gatot Nurmantyo Beberkan Dirinya Dicopot Sebagai Panglima TNI Karena Putar Fil G30S/PKI

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Presidium Komite Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, menceritakan kembali latar belakang dicopotnya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

Suami Salat Subuh, Istri Pasok Pria Ke Kamarnya di Langsa

LANGSA | ACEHJURNAL.COM - Warga Gampong Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa geram. Pasalnya, warga mendapati paangan non muhrim yang diduga melakukan...