Acehjurnal.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Dyah Erti Idawati, secara khusus mengunjungi stan Cendol Janeng dalam acara Uroe Pekan Katahati Institute. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung produk kuliner tradisional Aceh yang dikembangkan oleh lembaga tersebut.
Dalam kunjungannya, Dyah Erti Idawati menyempatkan diri mencicipi langsung cendol Janeng yang disajikan. Ia menyatakan kekagumannya terhadap cita rasa minuman tradisional tersebut. “Cendol Janeng, enak,” ujar Ketua Dekranasda Aceh tersebut.
Stan Cendol Janeng menjadi salah satu bagian dari kegiatan Uroe Pekan yang diselenggarakan Katahati Institute. Kegiatan ini bertujuan mempromosikan berbagai produk lokal dan tradisional Aceh kepada masyarakat luas.
Dyah Erti Idawati tampak antusias selama mengunjungi stan tersebut. Ia tidak hanya mencicipi produknya, tetapi juga berinteraksi dengan pengelola stan. Kunjungan ini menunjukkan perhatiannya terhadap pengembangan produk kerajinan dan kuliner lokal Aceh.
Sebagai Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati memiliki tanggung jawab dalam memajukan produk-produk unggulan daerah. Kunjungannya ke stan Cendol Janeng merupakan bagian dari upaya tersebut. Ia melihat potensi besar dalam pengembangan kuliner tradisional Aceh.
Cendol Janeng sendiri merupakan minuman tradisional khas Aceh yang terbuat dari bahan-bahan alami. Keberadaannya perlu terus dilestarikan dan dikembangkan agar tidak tergerus zaman. “Ini adalah warisan kuliner yang harus kita jaga,” tambah Dyah.
Katahati Institute melalui kegiatan Uroe Pekan berperan aktif dalam melestarikan budaya Aceh, termasuk kuliner tradisional. Stan Cendol Janeng menjadi bukti nyata upaya pelestarian tersebut. Masyarakat pun dapat menikmati langsung keautentikan cita rasanya.
Dyah Erti Idawati berharap produk seperti Cendol Janeng dapat terus dikembangkan dan dikenal lebih luas. Tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional. “Potensinya sangat besar untuk dipasarkan lebih luas,” ujarnya.
Kunjungan Ketua Dekranasda Aceh ini diharapkan dapat memotivasi pengelola dan pelaku usaha kuliner tradisional lainnya. Dukungan dari pemerintah daerah sangat penting untuk kemajuan produk-produk lokal. “Kami akan terus mendukung inovasi seperti ini,” tegas Dyah.
Melalui acara seperti Uroe Pekan, masyarakat dapat mengenal lebih dekat kekayaan kuliner Aceh. Keberadaan stan-stan tradisional menjadi sarana edukasi yang efektif. “Ini adalah cara yang baik untuk memperkenalkan budaya kita,” pungkas Dyah Erti Idawati.
Sumber: Artikel asli



