Acehjurnal.com – Bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh, mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan rumah dan infrastruktur. Berdasarkan data sementara, tercatat 30 orang meninggal dunia akibat bencana ini.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh yang dirangkum hingga Kamis (27/11/2025) menunjukkan, korban jiwa tersebar di empat wilayah kabupaten. Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah menjadi daerah dengan jumlah korban tertinggi.
Di Kabupaten Aceh Tengah, bencana tanah longsor menewaskan 15 warga. Proses pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan warga yang dilaporkan hilang. Sementara itu, di Kabupaten Bener Meriah, korban jiwa mencapai 11 orang dengan 13 orang lainnya masih dalam status hilang.
Wilayah Aceh Utara juga terdampak dengan 2 orang meninggal dunia dan 3 orang lainnya belum ditemukan setelah terseret arus banjir. Sedangkan di Aceh Tenggara, laporan sementara mencatat 2 warga meninggal akibat bencana ini.
Merespons situasi darurat ini, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) secara resmi menetapkan status keadaan tanggap darurat bencana. Penetapan ini disampaikan langsung di hadapan awak media di kantor DPR Aceh pada Kamis (27/11/2025).
“Pada hari ini, Kamis 27 November 2025, saya Gubernur Aceh menetapkan keputusan Gubernur Aceh tentang penetapan status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh tahun 2025,” tegas Mualem dalam pernyataannya.
Status tanggap darurat ini akan berlaku selama 14 hari, mulai dari 28 November hingga 11 Desember 2025. Selama periode ini, seluruh upaya penanganan bencana akan difokuskan untuk membantu korban dan memulihkan kondisi daerah terdampak.
Gubernur juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Aceh telah bergerak cepat melalui satuan kerja perangkat aceh (SKPA) terkait. “Dapat juga kami sampaikan, bahwa dalam beberapa hari ini Pemerintah Aceh melalui SKPA terkait telah memberikan bantuan dalam penanganan bencana tersebut,” jelasnya.
Komitmen pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak bencana ditegaskan kembali oleh Mualem. “Pemerintah Aceh akan bekerja semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat korban dampak banjir yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Aceh,” janjinya.
Untuk mendukung distribusi bantuan ke daerah-daerah yang sulit terjangkau, Gubernur telah mengkoordinasikan bantuan transportasi udara. “Saya sudah pesankan ke Pak Kapolda agar diberikan bantuan helikopter sebentar untuk mengantarkan bantuan ke kabupaten/kota terdampak,” tutup Mualem.
Sumber: KOMPAS.com



