Aceh Jurnal.com | Takengon — Badan Reintegrasi Aceh (BRA) bersama tim yang diutus langsung oleh Gubernur Aceh menyalurkan bantuan obat-obatan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon, Aceh Tengah. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya penanganan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, termasuk kawasan Dataran Tinggi Gayo.
Ketua Badan Reintegrasi Aceh, Jamaluddin, S.H., M.Kn., mengatakan bahwa Dataran Tinggi Gayo menjadi salah satu wilayah prioritas karena beberapa desa masih terisolir akibat rusaknya infrastruktur jalan. Akses darat menuju Aceh Tengah mengalami kendala serius, mulai dari jembatan putus hingga longsor di sejumlah titik.
“Untuk mencapai lokasi, tim harus menempuh jalur yang cukup sulit dan berisiko. Kondisi jalan yang rusak parah akibat longsor serta terputusnya jembatan membuat proses penyaluran bantuan membutuhkan perjuangan ekstra, sehingga Tim menghabiskan waktu berhari hari mencapai lokasi, ” ujar Jamaluddin.
Selain bantuan obat-obatan untuk mendukung pelayanan kesehatan di RSUD Datu Beru Takengon, BRA juga menyalurkan perlengkapan bayi serta bantuan makanan pokok. Bantuan tersebut didistribusikan ke sejumlah titik pengungsian yang terdampak banjir bandang di wilayah Aceh Tengah dan sekitarnya, termasuk wilayah Aceh lainnya.
Jamaluddin menegaskan, penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian pemerintah Aceh melalui Badan Reintegrasi Aceh terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para pengungsi, khususnya dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dan kebutuhan dasar sehari-hari.
“BRA akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dan pihak terkait untuk memastikan bantuan dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak, terutama daerah-daerah yang masih terisolir,” pungkasnya.



