Azhari Cage, Sang Penyintas Tragedi Simpang KKA

Jeritan histeris dan pekikan takbir massa pecah seiring peluru dimuntahkan ke berbagai arah. Massa yang terdiri dari pemuda, orang tua, wanita dan anak-anak tersebut berlarian menyelamat diri. Puluhan mayat dan ratusan korban luka-luka tembak tergeletak sambil merintih meminta tolong kepada warga. Peristiwa berdarah itu terjadi pada Senin, 3 Mei 1999 lalu, yang kini dikenal sebagai Tragedi Simpang KKA.

“Sangat sedih sekali kalau diingat, saat itu ribuan warga yang berlarian mengindari tembakan dari aparat TNI. Bahkan ada yang posisinya sudah tiarap di jalan-jalan,” kata Azhari Cage kepada AcehJurnal.com, Senin (3/5/2021).

Azhari Cage adalah potret getir yang sekaligus menjadi salah satu saksi mata dimata peristiwa berdarah itu terjadi. Menurutnya, saat peristiwa itu terjadi, politisi dari Partai Aceh ini mengaku berada di garis terdepan bersama ratusan massa yang meminta agar TNI berhenti beroperasi di kawasan Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Ia mengaku, massa yang kian cemas dan emosi mulai mempersenjatai diri dengan kayu dan parang. Tiba-tiba, datang Camat Dewantara Drs. Marzuki Amin ke Simpang KKA dan mulai bernegosiasi dengan TNI. Tapi saat itu, negosiasi yang dilakukan Camat Dewantara jadi mentok. Namun warga yang tetap bersikeras terhadap perjanjian lama antara Koramil Dewantara yang menuntut agar pihak TNI tidak melakukan kegiatan operasi lagi di daerah mereka.

“Bahkan saat negosiasi berlangsung, pak Camat Marzuki sempat dipukuli aparat TNI dan tiba-tiba satu truk TNI bergerak dan sambil berlalu. Dari atas truk para tentara melempar batu untuk membubarkan kami sehingga suasananya kian memanas,” kata Azhari.

Lebih lanjut, Azhari juga menambahkan, saat itu warga yang mulai terpancing emosi langsung membalas dengan melempari batu ke atas truk TNI. Pada saat yang bersamaan juga, warga juga mengejar salah satu anggota TNI yang hendak lari ke semak-semak. Tiba-tiba dari arah semak-semak tadi terdengar satu tembakan yang kemudian disusul dengan tembakan bertubi-tubi dari pihak TNI lainnya.

“Dari situlah, ratusan warga lari menyelamatkan diri dan puluhan warga mulai bertumbangan akibat tembakan tadi. Saat itu, saya berlari zig-zag dan alhamdulillah saya lolos saat itu. Lalu, saya langsung tiarap di salah satu warung yang jaraknya sekitar 20 meter. Tiba-tiba salah satu TNI ingin membidik saya, tapi karena kami saling beradu pandang sekitar 5 menit sehingga TNI tadi mengarahkan moncong senjatanya sedikit ke atas sehingga mengenai dinding warung. Saat ditembak, jarak pelurunya terpaut sekitar 5 cm dari atas kepala saya,” ujar Azhari.

Sementara itu, sekitar 10 menit kemudian, pasukan TNI langsung menarik diri ke markasnya. Azhari Cage beserta ratusan warga yang selamat langsung menjauhi dari lokasi kejadian. Namun, sebelum mereka beranjak dari lokasi, Azhari beserta warga lainnya ikut mengumpulkan selongsong peluru yang bertaburan di sekitar lokasi. Tujuannya, mereka ingin mengumpulkan bukti-bukti akurat tentang kronologis peristiwa berdarah itu terjadi.

“Kebetulan saat kejadian, ada wartawan RCTI di lokasi, saat itu saya langsung berlarian ke arahnya sambil menunjukkan beberapa selongsong peluru. Saat itu saya katakan kepada mereka, siapa bilang kalau tadi TNI menembak kami dengan peluru karet? Ini buktinya selongsong peluru tajam yang kami temukan berhamburan di jalan-jalan,” kata Azhari lagi.

Usai menyerahkan bukti-bukti kepada wartawan RCTI, Azhari beserta rekan-rekan lainnya yang masih selamat langsung mengevakuasi korban-korban selamat untuk dirujuk ke rumah sakit. Namun dikarenakan jumlah korbannya sangat banyak, mereka terpaksa mengevakuasi menggunakan mobil pick up, labi-labi dan truk.

“Usai mengevakuasi korban ke rumah sakit, saya beserta warga lainnya berangkat ke Gampong Blang Naleuh Mameh untuk mengambil air mineral untuk saya bagikan kepada seluruh masyarakat. Pada hari itu, saya masih diselamatkan Allah dan kepada rekan-rekan maupun warga yang syahid saat itu mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah,” kata Azhari Cage. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT