Audiensi Kemendagri, Komisi II DPRA Bahas Finalisasi Qanun Perlindungan Petani

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM – Anggota Komisi II DPR Aceh mengadakan pertemuan dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (25/11).

Pertemuan tersebut dalam rangka melakukan konsultasi terkait finalisasi rancangan qanun tentang perlindungan dan pemberdayaan petani. Dalam pertemuan itu, turut hadir Ketua Komisi II, Irpanusir, Sektreris Komisi II, Ismail A. Jalil alias Ayah Wa, Sulaiman SE, Rijaluddin dan Zaini Bakri.

“Kita diskusi Panjang lebar dengan pihak Kemendagri agar apabila qanun ini sudah diberlakukan di Aceh, Pemerintah Pusat jangan setengah hati memberikan kewenangan terhadap Pemerintah Aceh dalam merealisasikannya,” ujar Irpanusir kepada AcehJurnal.com via telepon seluler.

Dalam pertemuan itu, politisi PAN ini berharap agar Kemendagri segera mengevaluasi materi Qanun yang sudah dibahas DPRA sejak empat bulan terakhir. Harapnnya agar qanun tersebut dapat segera diparipurnakan bulan depan sehingga dapat implementasikan tahun 2021 mendatang.

“Harapan kita agar petani di Aceh bisa segera mendapatkan kemudahan dalam usaha pertanian. Begitu juga soal sistem ausransi petani harus menggunakan sistem Syariah, mengikuti regulasi tentang perbankan Syariah. Kemudian juga memasukkan muatan lokal dalam pelibatan pengambilan keputusan seperti keujruen blang dan sebagainya,” kata Irpanusir.

Hal senada juga disampaikan Sulaiman SE. Polisi Partai Aceh ini mengatakan, Qanun ini diharapkan dapat melindungi nasib dan kesejahteraan kaum petani Aceh secara keseluruhan. Sehingga tingkat kesejahteraan kaum petani di Aceh semakin meningkat, khususnya dalam perbaikan ekonomi di tengah pandemi saat ini.

“Qanun ini yang sangat bagus dan luar biasa karena memproteksi nasib kaum petani di segala bidang. Baik dari segi sarana dan prasarana, ketersediaannya asuransi, ganti rugi ketika gagal panen, penyediaan lahan hingga sektor pasar saat musim panen,” kata Sulaiman SE.

Menurutnya, selama ini petani Aceh banyak mengeluh terhadap hasil panen mereka yang harganya tidak menentu di pasaran. Terkadang saat hasilnya melimpah, harganya turun drastis sehingga banyak petani kian merugi. Selain itu, kendala yang dihadapi oleh Pemerintah Aceh dalam meningkatkan kesejahteraan petani disebabkan lahirnya Permendagri Nomor 90 Tahun 2019 tentang klasifikasi, kodefikasi dan nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan daerah. Dalam aturan ini disebutkan bahwa, Pemerintah Daerah tidak lagi membantu jalan usaha tani, mulai dari sarana dan prasarana seperti irigasi dan sebagainya.

Oleh karena itu, tambahnya, Pemerintah Pusat menyampingkan Pemerintah Aceh karena Aceh sendiri memiliki kekhususan Aceh, yakni UUPA dan turunan MoU Helsinki. Sehingga aturan Permendagri Nomor 90 Tahun 2019 tidak berlaku di Aceh.

“Jangan disamakan antara Aceh dengan provinsi lainnya secara keseluruhan. Karena dalam aturan permendagri tersebut tidak pernah diberikan ruang bagi bantuan penyediaan sarana dan prasarana untuk petani. Kita berharap, dengan direalisasikan qanun ini, dapat diberikan ruang untuk alokasi dana bagi petani yang bersumber dari dana otonomi khusus,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Ini Kronologi Frank Lampard Dipecat di Chelsea

London | Frank Lampard dipecat Chelsea setelah diundang para petinggi The Blues untuk sarapan bareng di markas klub, Stamford Bridge. Chelsea memecat Frank Lampard pada...

Nekad Edarkan Sabu, IRT Di Aceh Utara Dibekuk Polisi

Lhokseumawe | AcehJurnal.com - Satresnarkoba Polres Lhokseumawe berhasil menciduk seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang menjadi pengedar narkotika jenis sabu-sabu, ER (40) warga Kecamatan...

Aniaya Polisi Saat Cegah Kerumunan, Pemuda Aceh Utara Dibekuk

Lhokseumawe | AcehJurnal.com - Tim Satreskrim Polres Lhokseumawe berhasil meringkus ZF (29) warga Meurah Mulia, Aceh Utara. Tersangka ZF merupakan pelaku penganiayaan terhadap anggota...

BERITA TERKAIT

Ini Kronologi Frank Lampard Dipecat di Chelsea

London | Frank Lampard dipecat Chelsea setelah diundang para petinggi The Blues untuk sarapan bareng di markas klub, Stamford Bridge. Chelsea memecat Frank Lampard pada...

Nekad Edarkan Sabu, IRT Di Aceh Utara Dibekuk Polisi

Lhokseumawe | AcehJurnal.com - Satresnarkoba Polres Lhokseumawe berhasil menciduk seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang menjadi pengedar narkotika jenis sabu-sabu, ER (40) warga Kecamatan...

Aniaya Polisi Saat Cegah Kerumunan, Pemuda Aceh Utara Dibekuk

Lhokseumawe | AcehJurnal.com - Tim Satreskrim Polres Lhokseumawe berhasil meringkus ZF (29) warga Meurah Mulia, Aceh Utara. Tersangka ZF merupakan pelaku penganiayaan terhadap anggota...