Acehjurnal.com – Kabut asap pekat kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Aceh sepekan terakhir. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, menyebabkan 72 hektare area terbakar.
Api yang berkobar tanpa ampun telah mengubah area hijau menjadi hamparan arang. Penduduk setempat menyaksikan langit memerah dan udara dipenuhi partikel abu. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan serius terhadap kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan masyarakat.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat, karhutla telah menjadi ancaman berulang bagi Aceh dalam beberapa tahun terakhir. “Ini bukan kali pertama. Kami terus memantau dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan darurat,” jelas seorang perwakilan BPBA.
Sejarah mencatat, pada 2023, karhutla melanda Kabupaten Nagan Raya dan menghanguskan lebih dari 500 hektare lahan gambut. Sementara pada 2022, kebakaran serupa terjadi di Aceh Timur yang turut merusak ekosistem dan mengganggu aktivitas warga.
Masyarakat di sekitar lokasi kebakaran mengaku khawatir dengan dampak jangka panjang bencana ini. “Asapnya sangat tebal, sulit bernapas. Kami berharap ada solusi permanen agar tidak terulang setiap tahun,” ujar seorang warga Bakongan.
Upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh petugas gabungan. Kendala medan dan cuaca menjadi tantangan utama dalam mengendalikan kobaran api. Hingga berita ini diturunkan, proses evaluasi kerugian ekologis dan ekonomi masih terus dilakukan.
Sumber: Artikel orisinal “Asap Kembali Mengepul di Bumi Aceh”.



