Al Farlaky : Gebrak Masker Pemerintah Aceh Pemborosan

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Kebijakan gebrakan masker yang dicanangkan oleh Pemerintah Aceh dinilai sarat dengan politis dan bentuk pemborosan. Bahkan terkesan kegiatan ini seperti dipaksakan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi V DPR Aceh, Iskandar Usman AL-Farlaky melalui rilis yang dikirim ke redaksi, Rabu(2/9) malam.

“Maskernya itu kan bantuan Presiden, bukan dari Pemerintah Aceh. Nah dana refocusing dikemanakan, rakyat ingin tahu. Kita di DPRA juga tidak diberi laporan, rapat saja kita undang mereka tidak datang,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Politisi Partai Aceh ini menjelaskan, selama ini segala kebijakan yang diterapkan Pemerintah Aceh sarat dengan kepentingan politik serta pemborosan. Seharusnya, tambahnya, Pemerintah Aceh bisa meminta bantuan pada Pemkab/Pemko di seluruh Aceh. Karena setiap daerah di seluruh kabupaten/kota memiliki perangkat hingga ke daerah dan pelosok.

“Kenapa mesti harus diturunkan staf provinsi dengan biaya SPPD yang tak sedikit. Ini bentuk pemborosan,” kata Iskandar Usman Al Farlaky.

Iskandar menambahkan, di satu sisi, pemotong biaya p

Advertisement

ublik dengan alasan focus pada penanganan Covid-19. Tapi di sisi lain, anggaran yang ada justru digunakan untuk kebijakan-kebijakan tanpa rencana yang matang. Oleh karena itu, ia berharap eksekutif tidak berpesta pora di atas penderitaan masyarakat Aceh selama pandemi berlangsung.

Seharusnya, Pemerintah Aceh bisa fokus pada pembinaan dan pertumbuhan UMKM di Aceh. Bukan malah melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan kabupaten kota. Menurutnya, saat ini banyak pelaku usaha yang menjerit, sehingga butuh perhatian serius dari pemerintah.

Yang paling dikhawatirkan, kata Iskandar, gebrakan masker dengan menurunkan banyak staf ke kabupaten kota justru akan menjadi potensi penyebaran virus Corona baru di Aceh.

“Sejumlah pejabat Aceh terjangkit Corona. Ini pasca mereka hilir mudik Aceh-Jakarta. Siapa yang jamin jika staf yang diturunkan ke daerah adalah OTG yang bisa menularkan warga Aceh lainnya,” kata Iskandar Usman Al Farlaky lagi.

“Kalau ini terjadi, maka pemerintah Aceh harus bertanggungjawab,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT