Akademisi Unsyiah Bahas Penanganan Covid-19 di Webinar Fisip Unsyiah

Raba dan Sedot Alat Vital Pelanggan, Pekerja Terapis Dibekuk Polresta Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - MZ (22) terpaksa meringkuk sel tahanan Mapolsek Kuta Alam, Banda Aceh. Pria asal Bireuen ini dilaporkan atas kasus pelecehan...

Air Asia, Kolapsnya Industri Penerbangan dan Masa Depan Pariwisata Paska Pandemi

Oleh: Jabal Ali Husin Sab* Sektor industri yang paling berdampak dari pandemi covid-19 adalah industri penerbangan. Industri penerbangan mengalami revolusi besar sejak 2000'an dengan hadirnya...

Selundupkan Sabu Dalam Sandal, 2 Mahasiswi Aceh Ditangkap

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dua mahasiswi asal Kabupaten Bireuen dibekuk Tim Satresnarkoba Polresta Banda Aceh. Kedua mahasiswi tersebut, yakni berinisial NH (23) dan...

Kepala BI Aceh: Tidak Ada Pemindahan Dana Perbankan ke Luar Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM Kepala Bank Indonesia cabang Aceh Zainal Arifin Lubis menyatakan paska disahkannya Qanun LKS hingga kini tidak ada pemindahan dana yang...

Culik Pengusaha Dealer, Dua Kelompok Bersenjata Ditangkap Polres Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM – Tim Gabungan Polda Aceh dibantu Polres Lhokseumawe berhasil membekuk dua anggota kriminal bersenjata (KKB) pada Selasa (15/9). Kedua kelompok tersebut beberapa...

Banda Aceh | ACEHJURNAL.COM FISIP Unsyiah kembali mengadakan Webinar FISIP Series ke empat dengan mengusung tema “Covid 19: Dinamika dan Upaya Penyelesaian di Provinsi Aceh”, Kamis (13/8) di Kampus Fisip Unsyiah.

Tema ini diangkat mengingat pentingnya mengetahui dan menggali akar persoalan yang ada selama masa pandemi dan melihat arah penyelesaian yang dilakukan oleh pemerintah Aceh.

Dalam webinar ini menghadirkan beberapa narasumber yaitu Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Syamsul Rizal. M. Eng., Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan dan Wakasatgas Nasional Covid-19, Dr. Drs. Safrizal ZA, M. Si, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin, Dr.dr. Azharuddin, Sp.OT. K-Spine, FICSIr, Ketua Komisi V DPRA, M. Rizal Falevi Kirani dan Akademisi Unsyiah Dr. Otto Syamsuddin Ishak sebagai pemateri.

Saat ini banyak masyarakat Aceh yang masih berada dalam lingkaran distrust terhadap kebijakan Pemerintah Aceh dalam penangganan dan informasi terkait Covid-19. Dan kebijakan pemerintah provinsi Aceh ditengah masa sulit pandemi Covid-19 selalu menarik untuk dibahas secara tepat.

Kegiatan ini dilaksanakan secara online menggunakan aplikasi Zoom Meeting dengan pendaftar sebanyak 300 orang yang terdiri dari kalangan Pemerintah Daerah, dosen, mahasiwa, dan masyarakat umum.

Dekan FISIP Unsyiah, Dr. Mahdi Syahbandir, S.H., M.Hum. dalam kata sambutannya mengatakan bahwa webinar ini diperlukan agar kita mendapatkan arah penyelesaian dikarenakan masyarakat Aceh pada saat ini masih menunggu langkah strategis yang akan dilakukan oleh pemerintah untuk menyelesaikan kasus Covid-19 di Aceh.

Rektor Universiras Syiah, Prof. Dr. Syamsul Rizal. M. Eng menyampaikan beberapa kebijakan yang turut dilakukan Unsyiah dalam membantu masyarakat dan pemerintah dalam menanggani Covid-19 di Aceh. “Alhamdulillah Unsyiah sudah melakukan produksi dan inovasi alat pelindung diri seperti face-shield, masker, dan baju APD. Kemudian juga memproduksi dan pembagian Hand-Sanitizer dan disinfektan.

Dan sejak awal bulan Mei 2020, Unsyiah juga sudah mengoperasikan laboratorium infeksi dengan beberapa alat yang sudah dimiliki sebelumnya dan sampai saat ini sudah lebih dari 4000 pemeriksaan dilakukan di laboratorium ini,” jelas Rektor Unsyiah.

Sementara Wakasatgas Nasional Covid-19 Dr. Drs. Safrizal ZA, M.Si mengatakan bahwa virus corona ini gampang merekat dan lengkat dalam tubuh manusia sehingga cepat sekali menyerang saringan rongga hidung, mulu, dan paru-paru. “Virus ini dapat dihancurkan dengan tujuh cara. Virus ini sangat sensitif pada sinar ultraviolet. Sinar ini terdapat pada sinar matahari dengan pemanasan selama 30 menit, menggunakan sabun, menggunakan alkohol, disinfektan, dan karbol. Oleh karena itu cuci tangan dan berjemur di bawah matahari menjadi salah satu cara efektif untuk menghindari diri dari virus ini”

Komisi V DPRA Tanyakan Kebijakan Pemerintah Terkait Covid-19

Ketua Komisi V DPRA M. Rizal Falevi Kirani menambahkan bahwa pihak DPRA sudah meminta kepada pemerintah Aceh untuk diskusi lebih lanjut terkait pengambilan kebijakan dalam hal penangganan Covid-19. Namun pihak DPRA melihat pemerintah hanya melaksanakan kebijakan dari sisi penangganan medis namun tidak ada penangganan secara detail oleh pemerintah Aceh.

Lebih lanjut Falevi Kirani mengungkapkan, saat ini semua pasien merujuk pada Rumah Sakit Zainal Abidin sedangkan pemerintah sudah menunjuk 11 rumah sakit lain untuk penangganan Covid-19 sehingga menimbulkan pertanyaan dan menyebabkan beberapa tim medis kualahan dengan jumlah pasien dan juga kesejahteraan tim medis yang membantu di rumah sakit yang masih dipertanyakan.

“Kami melihat bahwa pemerintah masih belum melakukan banyak hal untuk pandemi ini termasuk kebijakan untuk kesejahteraan tim medis hingga kebijakan dalam memperketat perbatasan. Kami sudah sampaikan dari April, namun suratnya baru keluar Agustus,” ujarnya.

Menutup kegiatan webinar ini, akademisi Fisip Unsyiah Dr. Otto Syamsuddin Ishak mengatakan bahwa jika rumah sakit menjadi tempat penahanan terakhir untuk pandemi ini, maka yang harus diperkuat adalah sisi dimensi sosialnya. Karena Aceh memiliki pengalaman gerakan relawan yang kuat termasuk ketika pasca Tsunami Aceh silam.

“Pandemi ini tak hanya menjadi masalah di ranah medis saja, namun juga sudah masuk ke dalam ranah sosial dan ekonomi. Fragmentasi sosial menjadi salah satu permasalahan sosial yang membuat masyarakat tidak percaya kepada pemerintah,” jelas Otto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

Raba dan Sedot Alat Vital Pelanggan, Pekerja Terapis Dibekuk Polresta Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - MZ (22) terpaksa meringkuk sel tahanan Mapolsek Kuta Alam, Banda Aceh. Pria asal Bireuen ini dilaporkan atas kasus pelecehan...

Air Asia, Kolapsnya Industri Penerbangan dan Masa Depan Pariwisata Paska Pandemi

Oleh: Jabal Ali Husin Sab* Sektor industri yang paling berdampak dari pandemi covid-19 adalah industri penerbangan. Industri penerbangan mengalami revolusi besar sejak 2000'an dengan hadirnya...

Selundupkan Sabu Dalam Sandal, 2 Mahasiswi Aceh Ditangkap

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dua mahasiswi asal Kabupaten Bireuen dibekuk Tim Satresnarkoba Polresta Banda Aceh. Kedua mahasiswi tersebut, yakni berinisial NH (23) dan...

Related Articles

Raba dan Sedot Alat Vital Pelanggan, Pekerja Terapis Dibekuk Polresta Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - MZ (22) terpaksa meringkuk sel tahanan Mapolsek Kuta Alam, Banda Aceh. Pria asal Bireuen ini dilaporkan atas kasus pelecehan...

Air Asia, Kolapsnya Industri Penerbangan dan Masa Depan Pariwisata Paska Pandemi

Oleh: Jabal Ali Husin Sab* Sektor industri yang paling berdampak dari pandemi covid-19 adalah industri penerbangan. Industri penerbangan mengalami revolusi besar sejak 2000'an dengan hadirnya...

Selundupkan Sabu Dalam Sandal, 2 Mahasiswi Aceh Ditangkap

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Dua mahasiswi asal Kabupaten Bireuen dibekuk Tim Satresnarkoba Polresta Banda Aceh. Kedua mahasiswi tersebut, yakni berinisial NH (23) dan...