TAKENGON | ACEHJURNAL.COM – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tengah dalam beberapa hari terakhir telah mencapai tingkat kritis, menyebabkan wilayah tersebut lumpuh total. Bahkan, seorang anggota DPR Aceh, Khalid Syarifuddin masih ikut terjebak disana. Politisi Golkar ini mengaku, ia sudah berada disana sejak Selasa (25/11) lalu.
“Saat musibah itu terjadi, saya dan beberapa teman sempat terjebak hampir delapan jam lamanya akibat tertimbun longsor. Kebetulan kami sedang menginap di Hotel Renggali,” ucap Khalid kepada AcehJurnal.com, Sabtu (29/11) via telepon genggam.
Khalid mengaku, ia bersama rekannya berhasil dievakuasi dengan bantuan tim SAR gabungan dan warga setempat, dalam kondisi kelelahan namun selamat. Menurutnya, bencana longsor parah terjadi di sejumlah titik di Dataran Tinggi Gayo tersebut.
Dampak bencana ini jauh lebih luas dari perkiraan awal. Seluruh akses jalan nasional yang vital menuju Aceh Tengah kini putus total dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Khalid merincikan, jalur utama jalan nasional Bireuen–Aceh Tengah terpotong di beberapa titik kritis. Begitu juga akses lintas Ketol menuju Kabupaten Nagan Raya hingga jalan penghubung utama ke Kabupaten Gayo Lues.
Putusnya akses ini membuat Aceh Tengah praktis terisolasi dari bantuan logistik dan tim penanggulangan bencana dari luar daerah.
Kelangkaan BBM, Listrik Padam, Hotel Batasi Aktivitas
Kondisi diperparah dengan kelangkaan pasokan energi. Sejak tiga hari terakhir, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai habis, sementara jaringan listrik dilaporkan padam di sebagian besar wilayah akibat kerusakan pada infrastruktur transmisi.
Dampaknya terasa langsung pada sektor bisnis dan pelayanan. Sejumlah hotel dan penginapan di Takengon terpaksa membatasi bahkan menghentikan operasional mereka karena tidak adanya pasokan listrik dan BBM untuk genset.
“Pasokan BBM dan sarana komunikasi internet inilah yang menjadi faktor utama. Selain itu, stok makanan juga semakin menipis. Bahkan sebagian hotel disini sudah mulai membatasi penerimaan tamu akibat pasokan solar untuk genset sudah mulai habis,” tambahnya.
Minta Bantuan Akses Internet Starlink
Hingga kini, seluruh jaringan komunikasi seluler dan internet di wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah lumpuh total. Keadaan ini membuat upaya koordinasi bantuan dan penanganan darurat menjadi sangat sulit.
Menanggapi situasi darurat ini, Khalid mendesak Pemerintah Aceh segera mengirimkan dan mengaktifkan layanan internet satelit Starlink di lokasi bencana. Ia berharap, dengan adanya akses Starlink, komunikasi antara posko utama di Banda Aceh dengan tim di Takengon dapat pulih, memungkinkan pengiriman data penting seperti pemetaan area longsor dan kebutuhan logistik yang mendesak.
“Ini adalah darurat komunikasi. Masyarakat disini tidak bisa menghubungi tim di lapangan secara efektif, dan informasi mengenai kondisi riil warga terhambat. Kami sangat membutuhkan koneksi yang stabil, dan Starlink adalah solusi tercepat untuk situasi ini,” pungkasnya. []



