Aceh Bersiap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2028 Setelah 47 Tahun Menunggu

Acehjurnal.com – Kementerian Agama Republik Indonesia telah memulai survei kesiapan Aceh sebagai calon tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional tahun 2028. Kunjungan tim evaluasi ini menandai babak baru setelah 47 tahun provinsi berjuluk Serambi Mekkah terakhir kali menyelenggarakan ajang religius nasional tersebut pada 1981.

Peninjauan yang digelar pekan ini merupakan tindak lanjut dari proposal resmi Pemerintah Aceh yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) pada 11 Oktober lalu. Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Zahrol Fajri menegaskan keseriusan daerah dalam pencalonan ini. “Kami bertekad menunjukkan kemampuan terbaik Aceh dalam menyelenggarakan event berskala nasional,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Aceh M Nasir mengungkapkan bahwa pencalonan ini merupakan arahan langsung Gubernur Aceh. Hal ini menunjukkan komitmen kuat seluruh jajaran pemerintahan daerah untuk mengemban amanah sebagai tuan rumah MTQ Nasional. “Ini menjadi prioritas utama pemerintah provinsi,” tegas Nasir.

Tim Kemenag RI dipimpin langsung oleh Dr Ahmad Rizal Rangkuti melakukan penilaian menyeluruh terhadap enam lokasi strategis di Banda Aceh. Beberapa venue yang ditinjau antara lain Stadion Harian Bangsa, Masjid Raya Baiturrahman, dan Lapangan Blang Padang. “Kami diminta meninjau langsung untuk memastikan kesiapan Aceh dari sisi venue, akomodasi, maupun transportasi,” jelas Ahmad Rizal.

Lokasi potensial lainnya yang dievaluasi mencakup Balai Meuseuraya, Taman Ratu Safiatuddin, serta kampus UIN Ar-Raniry dan Universitas Syiah Kuala. Penilaian terhadap berbagai fasilitas ini menjadi kunci penentuan kelayakan Aceh sebagai tuan rumah. “Dari sisi sejarah dan karakter masyarakatnya, Aceh sangat layak menjadi prioritas,” tambah Ahmad Rizal.

M Nasir menyoroti kesuksesan Aceh sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 Aceh-Sumut sebagai bukti kapasitas daerah. “PON kemarin berjalan sukses dan menjadi pembuktian bahwa Aceh aman, nyaman, dan siap menjadi tuan rumah event nasional,” papar Sekda.

Dukungan terhadap pencalonan ini datang dari berbagai elemen masyarakat Aceh. Wali Nanggroe, Majelis Permusyawaratan Ulama, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, hingga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah menyatakan komitmennya. “Ini bukan hanya keinginan pemerintah, tapi keinginan kolektif masyarakat Aceh,” tegas M Nasir.

Ketua Tim Kemenag mengakui keunggulan Aceh dalam proses seleksi. Meskipun beberapa provinsi lain menyatakan minat, Aceh menjadi yang pertama mengajukan proposal lengkap secara resmi. “Ini memberikan Aceh keunggulan awal dalam proses seleksi,” ungkap Ahmad Rizal.

Pemerintah Aceh menyatakan kesiapan memenuhi segala persyaratan yang ditetapkan Kemenag RI. “Masyarakat Aceh sangat berkeinginan. Apapun persyaratan akan kami penuhi,” janji M Nasir. Komitmen ini menunjukkan tekad Aceh untuk kembali menjadi tuan rumah MTQ Nasional setelah hampir lima dekade.

Sejarah mencatat Aceh terakhir kali menjadi tuan rumah MTQ nasional pada 1981. Jarak waktu 47 tahun ini menjadi motivasi tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat. “Terakhir kali Aceh menjadi tuan rumah MTQ nasional adalah pada 1981,” ungkap Ahmad Rizal mengingatkan.

Pemerintah Aceh berharap Kemenag RI memberikan kepercayaan penuh untuk penyelenggaraan MTQ Nasional 2028. Mereka ingin membuktikan bahwa Aceh tidak hanya religius, tetapi juga siap dan aman menyambut seluruh peserta dari berbagai daerah. “Kami ingin menunjukkan bahwa Aceh layak dipercaya,” tutup M Nasir.

Sumber: AntaraNews

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT