Acehjurnal.com – Pemerintah Aceh menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengantisipasi potensi inflasi selama empat bulan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Langkah ini diambil menyusul tingginya harga daging yang mencapai rata-rata Rp150.000 per kilogram.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem, selaku Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh, memimpin rapat tingkat tinggi pengendalian inflasi di Banda Aceh, Rabu (18/9). Ia menekankan pentingnya menjaga stok dan stabilitas harga, terutama untuk komoditas daging.
“Kita akan memasuki peringatan Maulid yang cenderung panjang di Aceh, hingga empat bulan ke depan. Pastikan ketersediaan daging untuk menghindari lonjakan harga,” kata Mualem usai memimpin rapat.
Meski stok beras di Aceh tercatat cukup bahkan dapat mengirimkan 4.000 ton ke daerah lain, Mualem meminta jajarannya mempermudah para petani. Salah satunya dengan mendata dan memperbaiki waduk serta embung.
“Langkah ini perlu dilakukan untuk membantu sawah tadah hujan, agar para petani Aceh bisa bekerja lebih efektif dan produktif,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, inflasi tahunan (yoy) Agustus 2025 sebesar 3,70 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,81. Sementara inflasi bulanan (mtm) sebesar 0,78 persen dan inflasi year-to-date (ytd) 3,36 persen.
Sekretaris Daerah Aceh M Nasir menyatakan, TPID dan dinas terkait akan segera membenahi rantai pasokan yang sering menjadi pemicu inflasi, khususnya selama bulan Maulid. Pemerintah Aceh mengalokasikan tambahan anggaran operasi pasar sebesar Rp2,5 miliar.
“Kami akan dibantu oleh Bank Aceh Syariah, Bank Indonesia, dan berkoordinasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI),” jelas Nasir.
Selain operasi pasar, Pemerintah Aceh juga mempersiapkan pasar murah dan pasar tani di Banda Aceh serta kabupaten/kota dengan inflasi tertinggi. Intervensi khusus akan dilakukan pada komoditas penyumbang inflasi tertinggi.
“Kepada para petani, Pemerintah Aceh juga akan menyiapkan subsidi biaya angkut dengan bantuan BI dan Bank Aceh melalui dana CSR,” tambah Nasir.
Ia mengingatkan agar dinas terkait menjaga ketersediaan bahan pokok seperti beras, cabai merah, dan bawang merah selama empat bulan peringatan Maulid. Upaya penambahan suplai daging, baik dari dalam maupun luar negeri, khususnya daging beku, juga akan dilakukan.
“Dinas terkait harus menjaga ketersediaan bahan pokok dan mengupayakan penambahan suplai daging untuk menghadapi bulan Maulid,” tegas Nasir.
Langkah antisipatif ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah selama perayaan keagamaan yang berlangsung cukup panjang.
Sumber: ANTARA



