Abdullah Puteh : Tambak Udang di Aceh Timur Angkat Ekonomi Masyarakat

Idi Rayeuk – Wakil Ketua Komite II DPD RI Abdullah Puteh mengapresiasi pembangunan klaster tambak udang vaname di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh yang dibangun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono. Pasalnya, tambak itu bisa mengangkat ekonomi masyarakat dan menjadi sarana edukasi budidaya yang modern dan ramah lingkungan. Bahkan keberadaan klaster tambak menciptakan multiplier effect di bidang pariwisata.
“Saya mengapresiasi kehadiran Menteri KKP di Kabupaten Aceh Timur yang sangat bersahaja untuk membantu masyarakat Aceh mendapatkan kesejahteraan melalui tambak udang vaname ini,” ungkap Abdullah Puteh.
 Dia mengatakan, Menteri Sakti Trenggono datang ke Kabupaten Aceh Timur untuk melihat hasil uji coba dua tahun yang lalu dan saat ini berhasil dipanen. Menurut dia, hasil tambak udang Vaname itu jika dikelola secara tradisional hanya menghasilkan panen sekitar 500 Kg/hektare. Akan tetapi dengan sistem pengelolaan sekarang, bisa menghasilkan panen sekitar 3 Ton/Hektare, sehingga hasil yang dirasakan masyarakat lebih signifikan.
“Itu merupakan sebuah indeks pendapatan masyarakat yang tinggi,” tuturnya.
Senator asal Aceh itu bersama dengan Menteri KKP meninjau langsung klaster tambak udang vanameberkelanjutan di Desa Matang Rayeuk yang sudah berhasil panen sebanyak 25 ton atau senilai Rp1,8 miliar beberapa waktu lalu. Baca Juga: Komite II DPD RI Bersinergi Membantu Penanggulangan Bencana NTT Kawasan tambak itu terdiri dari sembilan petak dengan luasan masing-masing 1.800 meter persegi. Tambak itu dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan tandon air.
“Klaster tambak ini Pemerintah bangun untuk meningkatkan produktivitas, sehingga kesejahteraan masyarakat jadi naik,” ujarnya.
“Target saya bagaimana indeks kesejahteraannya meningkat 140. Dengan demikian maka kesejahteraan masyarakat petambak akan meningkat,” ujar Menteri Trenggono.
Advertisement

Saat ini KKP membangun lagi klaster tambak udang vaname di Desa Paya Gajah, Aceh Timur. Per petak tambak itu memiliki luas 3.000 meter persegi dengan total delapan petak. Tambak yang dijadwalkan pembangunannya selesai pada November 2021 itu ditargetkan memproduksi 34,5 ton per hektare per tahun.
Menteri Trenggono menjelaskan, tambak-tambak tersebut dikelola secara tradisional oleh masyarakat. Kemudian melalui program KKP, tambak direvitalisasi menjadi model klaster dengan produktivitas yang jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya dan lebih ramah lingkungan. Melalui program revitalisasi ini, KKP menargetkan peningkatan hasil panen udang vaname dari rata-rata 0,6 ton per hektare menjadi 2 ton per hektare. Menurut dia, ini salah satu strategi KKP untuk mencapai target produksi udang nasional sebanyak 2 juta ton per tahun pada 2024.
Menteri Trenggono menyebut skema pengelolaan klaster tambak budidaya udang vaname berkelanjutan di Aceh Timur ini juga ditujukan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat pembudidaya. Dia optimis, Aceh menjadi salah satu daerah penghasil udang terbesar di Indonesia yang berkontribusi tinggi pada pencapaian target produksi udang nasional. Pemilihan Aceh Timur sendiri sebagai lokasi pembangunan klaster tambak udang vaname karena kondisi alamnya masih mendukung. Terutama kualitas airnya sangat baik, serta lahan yang tersedia cukup luas. Minat masyarakat akan budidaya udang vaname juga besar.
“Kami berharap masyarakat serius mengelola dan memelihara tambak-tambak ini, karena hasilnya juga untuk masyarakat. Ini aset mereka, kami hanya menginstal infrastruktur, sarana, dan memberikan pendampingan teknis,” ungkap Menteri Trenggono. (jpnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT