Jakarta | Organiaasi Sayap Partai Demokrat, Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI), berorasi di Mimbar Demokrasi, Taman Politik, DPP Partai Demokrat, Rabu (10/3). Orasi dan Pernyataan Sikap ini menanggapi Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) yang dengan semena-mena melaksanakan KLB abal-abal di Deliserdang, Sumatera Utara.
Dalam Sambutanya, Plt. Ketua Umum IMDI, Anton Suratto merasa Prihatin dengan Demokrasi di Indonesia saat ini, terutama dengan tingkah oknum dalam pemerintahan yang seolah tak peduli lagi dengan etika berdemokrasi. Namun, Anton tetap yakin dan berharap Presiden akan bersikap bijak menyikapi ini.
Koordinator Aksi yang juga Sekjen IMDI, Muslim mengatakan bahwa kegiatan siang ini merupakan penyampaian kemarahan para kader yang terluka dengan gerakan KLB Ilegal di Deliserdang.
“Kita menangkap aspirasi kader sampai ke daerah. mereka terluka dan mengecam keras perilaku GPK PD. apalagi terbukti melibatkan KSP Moeldoko yang merupakan unsur Eksternal Partai,” kata Muslim.

Sementara itu, Jane Shalimar, Pengurus DPP IMDI juga dalam orasinya juga mengutuk keras upaya Ilegal pengambilalihan ilegal ini yang menciderai marwah dan kedaulatan Partai.
“Jangan tinggal diam jika rumah kita dirampok,” tegas Jane Shalimar.
Lebih lanjut, IMDI menyatakan jika perilaku kasar dan tak terpuji seperti ini dibiarkan akan menjadi Preseden buruk bagi Demokrasi Indonesia. Oleh karenanya, IMDI meminta Presiden Jokowi untuk menertibkan KSP Moeldoko yang telah nyata-nyata terlibat dalam upaya ilegal ini.
Orator lainya, Hasbil dalam orasi nya menekankan bahwa Generasi Muda muak dengan gaya-gaya yg tak elok dan mengancam Demokrasi.
“Kami menolak cara-cara kotor yang dipertontonkan oleh GPK PD yang jauh dari nilai moral dan etika. Selamatkan Demokrat, Selamatkan Demokrasi,” tegasnya.
Orasi Hasbil disambung oleh Pengurus DPP IMDI lainya, Dita yang sangat menyayangkan aksi akrobat Politik yg tidak terpuji yg dipertontonkan oleh KSP Moeldoko. Menurutnya, tindakan ini merupakan contoh tak terpuji yang dipertontonkan!”, imbuhnya.
Acaras ini juga dihadiri oleh Willem Wandik, Waketum Demokrat, yang juga anggota DPRRI dari Papua. Dalam orasi singkatnya Willem menyatakan siap Perang Terbuka melawan ketidakadilan yang dipertontonkan oleh oknum kekuasaan selama ini.
Terpantau, acara dihadiri oleh pengurus IMDI Pusat dan perwakilan beberapa Daerah seperti Aceh, DKI, Bengkulu, Jawa Barat, dan JAMBI. Acara diakhiri dengan Pernyataan Sikap yang dibacakan Sekjen IMDI, Muslim. []



