Acehjurnal.com – Enam desa di tiga kecamatan wilayah Kabupaten Aceh Selatan dilanda banjir akibat luapan sungai. Genangan air merendam permukiman warga setelah kawasan tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Bencana banjir mulai melanda sejak pagi hari ini. Keenam desa yang terdampak yaitu Jambur Papan di Kecamatan Kluet Tengah, Desa Limau Purut dan Kota Fajar di Kecamatan Kluet Utara. Selain itu, tiga desa di Kluet Selatan juga turut terendam, yakni Kedai Runding, Gelumbuk, dan Pulo Ie.
Ketinggian air banjir di enam desa tersebut bervariasi antara 5 sentimeter hingga 80 sentimeter. Kondisi ini menyebabkan sejumlah rumah warga tergenang dan aktivitas masyarakat terganggu.
Pelaksana Harian Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Abd Aziz menjelaskan, banjir terjadi pasca hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak sore kemarin. Curah hujan yang tinggi menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman.
“Selain merendam pemukiman warga, banjir juga merendam jalan lintas desa yang menghambat arus transportasi masyarakat,” ujar Aziz kepada wartawan, Senin (10/11/2025).
Menurut Aziz, kondisi genangan air masih terjadi di permukiman warga dan jalan lintas di Kecamatan Kluet Tengah. Sementara itu, di Kecamatan Kluet Selatan dan Kluet Utara, air sudah mulai surut dan jalanan dapat dilalui kembali seperti biasa.
Hingga saat ini, tim BPBD setempat bersama pihak terkait masih melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak banjir. Meskipun menyebabkan genangan yang signifikan, musibah ini tidak menelan korban jiwa.
“Petugas terus melakukan assessment dan pemantauan di beberapa titik lokasi rawan banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Selatan,” jelas Aziz.
Upaya pemantauan dan penanganan terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari bencana banjir ini. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan.
(Sumber: agse/dhm)



