HomeDaerahPrakiraan Cuaca Subulussalam 31 Oktober 2025: Suhu Panas dan Udara Gerah, Ini...

Prakiraan Cuaca Subulussalam 31 Oktober 2025: Suhu Panas dan Udara Gerah, Ini Penjelasan BMKG

Acehjurnal.com – Kota Subulussalam diprakirakan mengalami kondisi cuaca yang lebih gerah dari biasanya pada Jumat (31/10/2025), khususnya di wilayah Kecamatan Rundeng. Suhu udara diperkirakan mencapai 31 derajat Celcius dengan kelembapan udara menyentuh 98 persen, menciptakan sensasi panas yang tidak nyaman bagi masyarakat.

Kondisi kelembapan tinggi tersebut menunjukkan udara telah sangat jenuh dengan uap air, hampir mendekati titik jenuh 100 persen. “Udara hanya mampu menampung sedikit uap air tambahan sebelum akhirnya mengembun menjadi titik air seperti embun atau kabut,” jelas analis cuaca setempat. Akibatnya, udara terasa sangat lembap dan basah.

Tingginya kelembapan udara menyebabkan keringat sulit menguap dari permukaan kulit. “Mekanisme pendinginan alami tubuh menjadi tidak efektif ketika kelembapan tinggi, sehingga tubuh terasa gerah dan tidak nyaman,” tambahnya. Fenomena ini diperparah dengan kondisi cuaca cerah berawan di Kecamatan Rundeng yang membuat sinar matahari terasa lebih menyengat.

Secara keseluruhan, suhu rata-rata di Kota Subulussalam berkisar antara 21 hingga 31 derajat Celcius dengan kelembapan udara antara 59-95 persen. Berikut rincian prakiraan cuaca untuk lima kecamatan di kota tersebut:

Kecamatan Simpang Kiri diprakirakan mengalami cuaca berawan dengan suhu 22-30 derajat Celcius dan kelembapan 61-96 persen. Sementara Kecamatan Penanggalan juga akan mengalami kondisi serupa dengan kisaran suhu dan kelembapan yang sama.

Kecamatan Rundeng menjadi wilayah dengan kondisi paling gerah, diprakirakan cerah berawan dengan suhu 23-31 derajat Celcius dan kelembapan 59-98 persen. Kecamatan Sultan Daulat juga diprakirakan cerah berawan dengan suhu 22-31 derajat Celcius dan kelembapan 59-95 persen.

Kecamatan Longkib menyusul dengan prakiraan cuaca berawan, suhu udara 23-31 derajat Celcius, dan kelembapan 59-97 persen. “Perbedaan kondisi antarkecamatan ini masih dalam variasi normal untuk wilayah Subulussalam,” ungkap petugas BMKG setempat.

Faktor utama yang menyebabkan cuaca terasa gerah adalah kombinasi antara kelembapan udara tinggi dan suhu yang relatif panas. “Ketika kelembapan mencapai level tinggi, proses penguapan keringat terhambat sehingga tubuh kesulitan mendinginkan diri secara alami,” papar ahli klimatologi.

Suhu udara yang mencapai 31 derajat Celcius di beberapa kecamatan turut memperburuk kondisi. “Suhu setinggi ini cukup signifikan mempengaruhi kenyamanan beraktivitas sehari-hari warga,” imbuhnya.

Menyikapi kondisi ini, BMKG memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat. “Masyarakat diharap memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga hidrasi tubuh, menggunakan pakaian berbahan ringan dan menyerap keringat, serta menghindari aktivitas luar ruangan saat cuaca terasa sangat panas,” pesan perwakilan BMKG.

Langkah lain yang disarankan adalah memastikan sirkulasi udara di rumah berjalan baik dan menggunakan kipas angin atau AC jika diperlukan. “Kondisi cuaca diprakirakan tetap stabil namun lembap, sehingga masyarakat perlu menjaga kesehatan terutama bagi kelompok rentan,” tegasnya.

BMKG mengingatkan agar seluruh lapisan masyarakat tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem ini. “Kami terus memantau perkembangan kondisi atmosfer dan akan memberikan peringatan dini jika diperlukan,” tutup pernyataan resmi BMKG.

Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Stay Connected

16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News