Acehjurnal.com – Banjir menerjang Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, pada Jumat (18/10/2025), menyebabkan sebelas desa di dua kecamatan terendam dan akses jalan lintas desa lumpuh total. Bencana ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut, mengakibatkan luapan air sungai.
Kejadian banjir tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Zainal. Ia menyatakan bahwa timnya telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan guna menilai besaran dampak dan kerusakan yang terjadi.
“Banjir melanda dua kecamatan yaitu di Kecamatan Labuhan Haji dan Labuhan Haji Barat,” ujar Zainal, Jumat (18/10/2025). Menurutnya, hujan lebat yang berlangsung dalam durasi panjang menjadi penyebab utama meluapnya sungai di kedua wilayah tersebut.
Di Kecamatan Labuhan Haji, tercatat enam desa yang terdampak banjir. Desa-desa yang terendam antara lain Desa Padang Bakau, Desa Apha, dan Desa Ujung Batu. Genangan air mengakibatkan sejumlah permukiman warga tidak dapat diakses.
Sementara itu, di Kecamatan Labuhan Haji Barat, banjir juga melanda lima desa. Beberapa di antaranya adalah Desa Tutong, Desa Tengoeh Iboeh, dan Desa Medak Paya. Ketinggian air dilaporkan bervariasi, mulai dari 40 sentimeter hingga 70 sentimeter.
“Kondisi terakhir, air masih menggenangi permukiman penduduk dan jalan lintas desa di wilayah terdampak,” jelas Zainal menerangkan situasi terkini. Genangan tersebut menyebabkan aktivitas warga terhambat dan akses transportasi antar-desa terputus.
BPBD Aceh Selatan masih terus melakukan pendataan secara menyeluruh untuk memastikan dampak material dan jumlah warga yang terdampak. Pendataan ini penting sebagai dasar penyaluran bantuan dan penanganan lebih lanjut.
Meskipun banjir menyebabkan kerusakan pada permukiman dan infrastruktur jalan, kabar baiknya adalah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hingga saat ini, laporan mengenai keselamatan warga masih nihil.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan bersama BPBD terus memantau perkembangan situasi secara ketat. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan dan memastikan bantuan yang diperlukan dapat segera disalurkan.
Koordinasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait juga terus diintensifkan. Langkah ini diambil agar penanganan darurat dapat berjalan efektif dan tepat sasaran bagi warga yang terdampak.
Sumber: BPBD Aceh Selatan



