Acehjurnal.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh memprediksi sejumlah wilayah di Aceh akan mengalami hujan ringan hingga lebat disertai angin kencang dalam tiga hari ke depan. Prakiraan cuaca ini disampaikan langsung oleh Prakirawan BMKG Aceh, Nofrida Handayani Sodik, di Banda Aceh pada Rabu.
“Beberapa wilayah Aceh berpotensi hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai angin kencang,” jelas Nofrida. Pernyataan ini menjadi peringatan dini bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang akan melanda daerah mereka.
Menurut Nofrida, fenomena cuaca ini dipicu oleh beberapa faktor meteorologis. “Kondisi ini disebabkan adanya dipole mode yang terpantau aktif sehingga memicu aktivitas konvektif di wilayah Indonesia bagian barat,” ujarnya. Dipole mode merupakan fenomena interaksi laut-atmosfer di Samudra Hindia yang memengaruhi pola curah hujan.
Faktor pendukung lainnya adalah kondisi suhu permukaan laut. “Suhu muka laut yang hangat di wilayah Samudra Hindia barat Sumatera dan perairan timur Aceh juga dapat meningkatkan potensi penguapan,” tambah Nofrida. Kondisi ini berkontribusi terhadap penambahan massa uap air di atmosfer.
Kombinasi berbagai faktor meteorologis tersebut menciptakan kondisi ideal untuk pembentukan awan hujan. “Beberapa kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Aceh,” jelas Nofrida lebih lanjut.
Untuk hari Rabu, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Tenggara, Pidie, Aceh Selatan, Kota Banda Aceh, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie Jaya, Kota Subulussalam, Aceh Tengah, dan Aceh Besar. Masyarakat di daerah-daerah ini perlu bersiap menghadapi cuaca ekstrem.
Pada Kamis (16/10), pola hujan diperkirakan akan melanda wilayah berbeda. Daerah yang berpotensi terdampak antara lain Kabupaten Simeulue, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Pidie, Kota Sabang, Aceh Utara, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Tengah, dan Kota Subulussalam.
Prediksi untuk Jumat (17/10) menunjukkan wilayah Aceh Tenggara, Pidie, Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Nagan Raya, Aceh Jaya, Aceh Besar, dan Aceh Tengah berpotensi mengalami hujan disertai angin kencang. BMKG mengimbau masyarakat di daerah-daerah tersebut untuk tetap waspada.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi. Banjir, tanah longsor, dan angin kencang dapat terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung terus-menerus atau dalam durasi lama.
Nofrida memberikan panduan praktis bagi masyarakat. “Jika melihat awan tebal hitam dan hujan mulai rintik-rintik di daerah pegunungan, maka masyarakat disarankan untuk meninggalkan daerah lerengan serta wilayah aliran sungai,” imbaunya. Langkah ini penting untuk menghindari risiko bencana alam.
Peringatan dini ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengambil langkah antisipasi yang diperlukan. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung selama tiga hari ke depan.
Sumber: ANTARA



