Acehjurnal.com – Pelaksanaan kewajiban perusahaan untuk memperhatikan lingkungan sekitar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dipertanyakan di Kabupaten Aceh Tamiang. PT Pertamina EP Rantau Field, sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menjadi sorotan terkait program CSR tahun 2025 untuk wilayah Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru.
Pertanyaan tersebut disampaikan langsung oleh Datok Penghulu Kampung Sukajadi, Zainal Abidinsyah. Ia mempertanyakan komitmen perusahaan yang memiliki dua sumur operasi di wilayah kampungnya tersebut.
“Kampung Sukajadi merupakan ring satu Pertamina EP Rantau, tapi di tahun 2025 ini tidak ada satupun program CSR Pertamina yang masuk ke Kampung Sukajadi,” ujar Zainal Abidinsyah kepada KabarTamiang.com, Senin (22/9/2025).
Zainal menyatakan kekhawatirannya bahwa jika desa yang termasuk dalam ring satu perusahaan saja tidak mendapat alokasi, maka nasib kampung lainnya bisa lebih memprihatinkan. “Jadi kemana program CSR Pertamina itu disalurkan?” tanyanya lebih lanjut.
Selain itu, Zainal juga mendesak transparansi dari Pertamina EP Rantau. Ia meminta perusahaan membuka data penyaluran dana CSR selama tiga tahun terakhir kepada publik.
“Pihak Pertamina EP Rantau harus membuka akses informasi, baik untuk organisasi maupun perangkat desa yang ingin mengetahui penyaluran dana CSR perusahaan tersebut selama tiga tahun terakhir,” ungkap Zainal.
Masalah lain yang turut dipertanyakan adalah program penanaman seribu pohon untuk setiap sumur minyak yang beroperasi. Menurut Zainal, program tersebut tidak terlihat implementasinya di sekitar kedua sumur yang ada di Kampung Sukajadi.
“Di kampung Sukajadi ada dua sumur minyak Pertamina yang beroperasi, tapi di sekitar sumur tidak ada program penanaman pohon,” ujarnya.
Zainal mengaku program serupa pernah berjalan pada sekitar tahun 2017. Saat itu, penanaman pohon tidak hanya dilakukan di sekitar sumur, tetapi juga di komplek Pertamina dan lapangan golf Kampung Sukaramai, Kecamatan Seruway.
Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Staf Humas Pertamina EP Rantau, Delis, tidak memberikan tanggapan. Konfirmasi yang diajukan KabarTamiang.com via telepon seluler pada Senin (22/9/2025) tidak dijawab hingga berita ini dipublikasikan.
Manager PEP Rantau Field, Tommy Wahyu Alimsyah, juga tidak merespons pertanyaan konfirmasi yang diajukan melalui aplikasi WhatsApp. Hingga berita ini tayang, pesan yang dikirim hanya menunjukkan tanda centang dua tanpa balasan.
Kediaman pihak perusahaan dalam menanggapi pertanyaan ini membuat publik, khususnya masyarakat di ring satu operasi Pertamina, menunggu kejelasan mengenai arah program CSR dan lingkungan perusahaan di tahun 2025.
Sumber: KabarTamiang.com



