Acehjurnal.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 yang mengguncang wilayah Sinabang, Aceh. Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu, 14 September 2025, tepatnya pukul 08.13 WIB.
Pusat gempa berada di lokasi 2,44 Lintang Utara dan 95,59 Bujur Timur. Berdasarkan informasi yang dirilis melalui akun X @infoBMKG, episentrum gempa terletak di laut, sekitar 86 kilometer arah barat daya dari Sinabang.
Gempa tersebut tergolong gempa dangkal dengan kedalaman hanya 2 kilometer di bawah permukaan laut. Kondisi ini seringkali menyebabkan guncangan lebih terasa kuat di wilayah sekitar.
Selain di Sinabang, guncangan juga dilaporkan dirasakan di wilayah Simeulue. BMKG menyatakan bahwa kekuatan guncangan di Simeulue mencapai skala III pada Modified Mercalli Intensity (MMI).
Skala III MMI menunjukkan bahwa gempa dirasakan nyata di dalam rumah. Getaran terasa seperti ada truk yang lewat, namun belum tentu dikenali sebagai gempa oleh semua orang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau dampak lain yang ditimbulkan oleh gempa ini. Pemantauan terus dilakukan oleh pihak berwenang.
BMKG melalui pernyataannya menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hal ini disebabkan oleh kekuatan gempa yang tidak cukup besar dan mekanisme sumber yang tidak memicu pergeseran vertikal dasar laut.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. BMKG juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi.
“Gempa juga dirasakan (MMI) III Simeulue,” demikian keterangan resmi dari BMKG yang dikutip dari laman resmi mereka.
Pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan masih terus dilakukan. BMKG akan memberikan update informasi jika terdapat perkembangan lebih lanjut.
Kejadian ini mengingatkan kembali akan pentingnya memahami langkah-langkah evakuasi dan keselamatan saat terjadi gempa bumi, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa.
Sumber: Fahmi Firdaus



