Acehjurnal.com – Wakil Gubernur Aceh menegaskan Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) berperan sebagai gerbang utama pendongkrak perekonomian Aceh. Pernyataan ini disampaikan dalam kunjungan kerjanya ke bandara internasional tersebut, Selasa (24/1).
Menurut Wagub, bandara yang terletak di Kabupaten Aceh Besar ini memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan pembangunan dan pemulihan ekonomi pascapandemi. Bandara SIM menjadi pintu masuk utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Serambi Mekkah.
“Bandara Sultan Iskandar Muda bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan gerbang ekonomi Aceh yang menghubungkan kita dengan dunia internasional,” ujar Wakil Gubernur dalam keterangan resminya.
Dia menjelaskan, peningkatan konektivitas udara melalui bandara ini mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi di Aceh. Kedatangan wisatawan dan investor asing secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan perputaran ekonomi daerah.
“Setiap penumpang yang datang melalui bandara ini membawa dampak ekonomi multiplier effect bagi masyarakat Aceh, mulai dari sektor hospitality, kuliner, hingga usaha mikro di sekitar bandara,” paparnya lebih lanjut.
Wagub juga mengapresiasi kinerja pengelola bandara yang telah menjaga pelayanan prima kepada penumpang. Menurutnya, kualitas pelayanan bandara turut menentukan citra Aceh di mata dunia.
“Kami berkomitmen terus mendukung pengembangan Bandara SIM agar semakin mampu bersaing dengan bandara internasional lainnya di Indonesia,” tegasnya.
Dia berharap bandara tersebut dapat terus meningkatkan frekuensi penerbangan baik rute domestik maupun internasional. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan konektivitas Aceh dengan berbagai negara.
“Ke depan, kita targetkan bisa membuka rute-rute baru yang menghubungkan Aceh dengan destinasi utama di Asia dan Timur Tengah,” imbuh Wakil Gubernur.
Pihak pengelola bandara menyambut positif dukungan Pemerintah Aceh tersebut. Mereka berjanji akan terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan untuk mendukung visi pembangunan daerah.
“Kami siap bersinergi dengan semua pemangku kepentingan untuk mewujudkan Bandara SIM sebagai engine pertumbuhan ekonomi Aceh,” tutur perwakilan manajemen bandara.
Dengan fungsi strategisnya, Bandara Sultan Iskandar Muda diharapkan dapat menjadi katalisator pemulihan ekonomi Aceh pascapandemi COVID-19. Keberadaan bandara ini juga sejalan dengan program pembangunan berkelanjutan yang digalakkan pemerintah daerah.
Sumber: Humas Pemprov Aceh



