Acehjurnal.com – Sebanyak 32 pelajar asal Trengganu, Malaysia, tiba di Kabupaten Aceh Barat melalui program pertukaran pemuda dan pelajar Islam (Young Islamic Student Exchange Program). Rombongan yang terdiri dari pelajar dan pendamping tersebut mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, pada Kamis (11/9/2025) pukul 07.40 WIB.
Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Abrar Zym, beserta jajarannya. Penyambutan dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu asing yang pertama kali menginjakkan kaki di Aceh.
Abrar Zym menyatakan bahwa kunjungan ini dapat memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan dan kepariwisataan Aceh. “Kehadiran mereka dapat mengangkat dua sektor tersebut di kancah internasional,” ujarnya.
Rombongan berasal dari berbagai latar belakang profesi, termasuk siswa dan pegiat di bidang edukasi serta kepariwisataan. Selama berada di Aceh Barat, mereka akan mengikuti serangkaian kegiatan terkait edukasi sejarah, kebudayaan, dan pariwisata.
Ketua Rombongan, Azmi bin Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan. Dalam bahasa Malaysia, ia menyebut sambutan tersebut sebagai “datang menjemput di bandara”. Azmi memimpin 32 orang, terdiri dari 10 siswa dan 22 pendamping.
Abrar Zym menambahkan, para tamu akan berada di Aceh Barat selama tiga hari. “Mereka akan berada selama tiga hari di Bumi Teuku Umar untuk beberapa kegiatan menyangkut edukasi, sejarah, budaya, dan pariwisata,” jelasnya.
Ia juga memohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar kegiatan tersebut berjalan sukses. “Mohon doa dan dukungan kita semua semoga kegiatan ini sukses,” kata Abrar.
Dalam acara penyambutan, hadir sejumlah pejabat dari Kantor Kementerian Agama Aceh Barat, antara lain Kasubbag TU Khairul Azhar, Kasi Bimas Islam Tharmizi, Kepala MAN 1 Aceh Barat Faisal, Kepala MTs HBS Suandi, serta akademisi muda UTU Aduwina Pakeh.
Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam bidang pendidikan dan pertukaran budaya. Program pertukaran pelajar menjadi sarana penting dalam membangun pemahaman antarnegara.
Rencana kegiatan selama tiga hari di Aceh Barat telah disusun untuk memastikan para peserta dapat mempelajari kekayaan sejarah dan budaya lokal. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat memfasilitasi kelancaran acara.
(Sumber: CATAT.CO)



