Acehjurnal.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Besar kembali menyelenggarakan program Manasik Haji Sepanjang Tahun bagi calon jamaah haji. Program ini dirancang sebagai pembinaan berkelanjutan guna meningkatkan kemandirian jamaah dalam menunaikan ibadah haji.
Kegiatan tahun ini mengusung tema “Mewujudkan Kemandirian Jamaah dalam Beribadah Haji Ramah Lansia dan Disabilitas Menuju Haji Babrur dan Mabrurah”. Pembukaan program dilaksanakan di Masjid Al Faizin, Lampeuneurut, pada Sabtu, 6 September 2025, dengan dihadiri ratusan calon jamaah.
Kepala Kemenag Aceh Besar, Saifuddin, menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk pelayanan menyeluruh kepada masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan keberangkatan haji. “Tujuan utamanya adalah kemandirian. Kami berharap jamaah nantinya bisa langsung beribadah setiba di Tanah Suci, tanpa harus menunggu arahan baru bergerak,” ujarnya.
Program yang telah memasuki tahun keempat pelaksanaan ini terdiri dari 12 kali pertemuan. Setiap sesi menghadirkan petugas haji bersertifikat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sebagai pemateri.
Materi yang diberikan meliputi tata cara ibadah, praktik manasik, pembinaan spiritual, serta edukasi layanan ramah lansia dan disabilitas. Hal ini bertujuan agar jamaah dapat memahami seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik.
Saifuddin juga mengungkapkan kuota haji untuk Aceh Besar pada musim haji 1447 H/2026 M sebanyak 320 jamaah. “Dari jumlah itu, 307 merupakan jamaah reguler (132 laki-laki, 175 perempuan) dan 13 jamaah prioritas lansia (5 laki-laki, 8 perempuan),” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Besar, Rusdi, berpesan agar para calon jamaah memanfaatkan waktu dengan optimal sebelum keberangkatan. “Masih ada sekitar sepuluh bulan untuk belajar. Jaga kesehatan, ikuti manasik, dan luruskan niat,” tegasnya.
Rusdi juga mengingatkan agar jamaah tidak tergoda oleh urusan lain selama di Arab Saudi. “Jangan sampai tujuan utama beribadah justru tergeser oleh urusan belanja,” tambahnya.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh jajaran pejabat Kemenag Aceh Besar, unsur ulama, perwakilan Polresta, Kodim, serta para pemateri, penyuluh Islam, dan calon jamaah haji.
Program manasik sepanjang tahun ini diharapkan dapat mempersiapkan jamaah haji Aceh Besar secara mental, spiritual, dan fisik. Dengan demikian, mereka dapat menunaikan ibadah haji dengan khusyuk dan mandiri.
Selain itu, pendekatan ramah lansia dan disabilitas menjadi perhatian khusus dalam program tahun ini. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan yang inklusif bagi seluruh jamaah.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Kemenag Aceh Besar berupaya mewujudkan jamaah haji yang mabrur dan mandiri. Dukungan dari berbagai pihak pun terus dioptimalkan untuk kesuksesan program tersebut.
Sumber: Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar



