Acehjurnal.com – BANDA ACEH – Maraknya warga Aceh yang berobat ke Penang, Malaysia, disebabkan oleh belum optimalnya layanan kesehatan di daerah setempat. Hal ini diungkapkan oleh pemerhati sekaligus praktisi kesehatan Aceh, Indah Pinta Sari.
Menurut Indah, distribusi alat penunjang medis dan tenaga dokter di 23 kabupaten/kota di Aceh masih timpang. Kondisi ini menyebabkan pasien sulit memperoleh layanan kesehatan yang memadai di dalam negeri.
“Ke Penang bukan hanya karena tidak perlu antre panjang. Ongkos pesawat pun lebih murah dibandingkan ke Jakarta,” kata Indah pada Jumat, 5 September 2025.
Ia juga menyoroti lemahnya program edukasi kesehatan di Aceh. Sebagai contoh, upaya penanganan stunting dinilai belum berjalan secara maksimal.
Kondisi tersebut diperparah oleh banyaknya tenaga kesehatan yang tidak menetap di lokasi penugasan. Akibatnya, masyarakat kesulitan mendapatkan informasi yang cepat dan akurat.
“Belum lagi petugas yang tinggal di desa harus kucing-kucingan. Masyarakat jadi bingung ke mana harus mencari layanan,” ujarnya.
Selain faktor layanan, budaya masyarakat juga turut memengaruhi keputusan berobat ke luar negeri. Menurut Indah, warga Aceh rela mengorbankan harta demi mendapatkan perawatan yang maksimal.
Turunnya kepercayaan terhadap rumah sakit lokal membuat Penang sering dijadikan pilihan kedua. Biasanya, setelah mendapat diagnosis awal di Aceh, pasien memilih melanjutkan pengobatan ke Malaysia.
“Bangsa Aceh ini seperti raja, jadi butuh layanan ekstra. Kalau ke Penang semua diurus, biaya bukan masalah. Yang penting puas berobat,” pungkas Indah.
Sumber: Wawancara dengan Indah Pinta Sari, Praktisi Kesehatan Aceh, 5 September 2025.



