HomeDaerahVideo Wanita Aceh di Parlemen Uni Eropa Tuntut Referendum Terbukti Hoaks, Hasil...

Video Wanita Aceh di Parlemen Uni Eropa Tuntut Referendum Terbukti Hoaks, Hasil Rekayasa AI

Acehjurnal.com – Sebuah video berdurasi satu menit yang memperlihatkan seorang wanita berkerudung putih berpidato di hadapan Parlemen Uni Eropa viral di media sosial. Video tersebut diklaim menampilkan utusan Aceh yang menuntut referendum kemerdekaan. Namun, hasil pemeriksaan fakta membuktikan bahwa video tersebut adalah hoaks.

Dalam video yang beredar di Facebook itu, seorang perempuan berbicara menggunakan bahasa Inggris di depan mikrofon dengan latar belakang logo Parlemen Uni Eropa. Perempuan itu mengaku sedang berbicara di hadapan anggota parlemen tersebut.

Ia menyebut diri sebagai perwakilan bangsa Aceh dan menyampaikan seruan untuk melakukan referendum yang damai. Pidatonya berisi klaim ketidakadilan yang dialami Aceh selama puluhan tahun.

Berikut adalah cuplikan narasi pidato dalam video tersebut: “Yang terhormat anggota parlemen uni eropa, hari ini saya berdiri di sini bukan hanya sebagai suara bangsa aceh, tetapi juga sebagai saksi dari puluhan tahun ketidakadilan.”

Ia juga menambahkan, “Bangsa aceh menuntut hak yang dimiliki setiap bangsa, hak untuk menentukan nasib sendiri sebagaimana dijamin dalam piagam perserikatan bangsa-bangsa.” Pidato ditutup dengan harapan agar Uni Eropa berdiri di sisi rakyat Aceh.

Video tersebut disertai narasi pengunggah yang memuji pidato tersebut dan mempertanyakan kemerdekaan Aceh. Narasi itu berbunyi, “*SUBHANALLAH CANTIK NYA SRIKANDI ACEH GENERASI GENZI PIDATO DI PARLEMEN UNI EROPAH UNTUK REFERENDUM ACEH*.”

Setelah dilakukan pemeriksaan, ANTARA menggunakan AI Detector Hive Moderation untuk menganalisis keaslian video. Hasilnya menunjukkan bahwa video tersebut memiliki probabilitas 94,5 persen sebagai rekayasa artificial intelligence (AI) atau deepfake.

Artinya, sosok perempuan dan suara dalam video itu sangat mungkin tidak nyata dan dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Tidak ada bukti fisik atau elektronik yang mendukung keaslian peristiwa tersebut.

Selain itu, tidak ditemukan pemberitaan resmi dari Uni Eropa, media internasional, maupun sumber kredibel lainnya yang mengonfirmasi adanya utusan Aceh yang berpidato di forum Parlemen Eropa. Hal ini semakin menguatkan status video sebagai tidak benar.

Berdasarkan temuan ini, klaim bahwa video tersebut menampilkan wanita Aceh yang berpidato di Parlemen Uni Eropa untuk meminta kemerdekaan Aceh dinilai sebagai hoaks. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarluaskan konten tersebut.

Sumber: ANTARA

Stay Connected

16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News