Acehjurnal.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan satu unit helikopter Black Hawk guna melakukan water bombing dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Aceh Selatan. Helikopter jenis Sikorsky UH-60A Black Hawk tersebut diterbangkan langsung dari Jambi dengan kapasitas angkut air mencapai empat ton dan kemampuan operasi terbang selama lima jam.
Kebakaran hutan dan lahan di Aceh Selatan telah berlangsung sejak 19 Agustus 2025 dan terus meluas, menghanguskan sekitar 77 hektare lahan di Kecamatan Bakongan. Tiga desa terdampak yaitu Gampong Ujong Mangki, Padang Beurahan, dan Ujung Padang. Kondisi ini mendorong Bupati Aceh Selatan menetapkan status tanggap darurat melalui Keputusan Bupati Nomor 585 Tahun 2025.
Sebagai respons, dibentuklah pos komando khusus penanggulangan karhutla untuk mengoordinasikan seluruh upaya pemadaman. Kepala Pelaksana BPBA, T. Nara Setia, mengonfirmasi bahwa helikopter Black Hawk telah mulai dioperasikan menjelang siang dan berhasil memadamkan sejumlah titik api. “Semoga dengan bantuan water bombing ini seluruh titik api di Bakongan Aceh Selatan dapat dipadamkan,” ujarnya di Banda Aceh.
Berdasarkan laporan terkini, sekitar 90 persen titik api telah berhasil dijinakkan berkat operasi water bombing dan dukungan hujan ringan yang turun di lokasi terdampak. Meski demikian, sebagian kecil titik api masih menyala dan terus dipantau secara ketat oleh tim di lapangan. Nara Setia menambahkan, “Terlihat sementara ini sudah mulai padam, tetapi belum total lagi.”
Untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat asap tebal yang masih menyelimuti permukiman warga, BPBD Aceh Selatan membuka jalur komunikasi dan membagikan masker secara gratis. Masyarakat juga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan. “Untuk mengurangi risiko dampak bahaya asap, BPBD Aceh Selatan meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan serta membagikan masker,” jelas Nara Setia.
Hingga Jumat siang, upaya pemadaman masih berlangsung intensif dengan melibatkan tim gabungan dari BNPB, BPBA, BPBD, serta relawan. Mereka terus bergerak di lapangan sambil memantau potensi kebakaran susulan. Badan cuaca memperkirakan turunnya hujan ringan kembali pada Sabtu mendatang, yang diharapkan dapat memperkuat upaya pemadaman.
Nara Setia berharap api dapat sepenuhnya padam dalam 24 jam ke depan. “Semoga api cepat bisa padam total dalam 24 jam ini,” lanjutnya. Sinergi antarlembaga dan ketegasan penanganan menunjukkan komitmen penuh dalam menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian hutan di Aceh Selatan. Diharapkan normalitas segera pulih di wilayah terdampak.
Sumber: Antara



