HomeDaerahSingapura Tawarkan Solusi Teknologi Pengolahan Limbah bagi Aceh

Singapura Tawarkan Solusi Teknologi Pengolahan Limbah bagi Aceh

Acehjurnal.com – Pemerintah Singapura menawarkan penerapan teknologi pengolahan limbah untuk membantu mengatasi persoalan lingkungan di Aceh. Penawaran tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Distrik Tenggara Singapura, Mohd Fahmi Bin Aliman, dalam pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh dan perwakilan pemerintah setempat.

Pertemuan berlangsung di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh, Aceh Besar, pada Jumat (14/3). Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Jul Rahmady, beserta staf bidang Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3).

Dalam kesempatan itu, perwakilan Singapura memaparkan teknologi pengolahan limbah yang dinilai mampu menangani persoalan lingkungan secara lebih efektif. Teknologi tersebut diyakini dapat memberikan solusi praktis dan berkelanjutan bagi pengelolaan limbah di Aceh.

Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haythar, menyambut positif penawaran tersebut. Ia menilai pertemuan berjalan sangat baik dan menghasilkan pembahasan yang konstruktif. “Pertemuan tadi bagus sekali. Ada beberapa investor yang hadir, dan yang paling menarik adalah teknologi yang ditawarkan,” ujarnya.

Menurut Tgk Malik Mahmud, teknologi yang dipaparkan memiliki banyak keunggulan. Limbah dapat diolah kembali, air hasil olahan menjadi bersih dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Bahkan residu dari limbahnya juga masih dapat dimanfaatkan.

Ia juga menjelaskan bahwa teknologi tersebut tidak memerlukan lahan yang luas. Sistem utamanya hanya membutuhkan ruang sekitar 12 kaki persegi, dan tersedia pula versi skala kecil yang lebih praktis serta dapat digerakkan secara mobile.

Tgk Malik Mahmud menekankan pentingnya tindakan segera sebelum persoalan limbah di Aceh semakin parah. “Aceh masih dalam kondisi lingkungan yang relatif baik, tetapi mulai terjadi polusi. Sebelum masalah ini menjadi parah, kita harus bertindak sejak dini. Saya sudah meminta Pemerintah Aceh mengambil kesempatan ini,” tegasnya.

Sekretaris DLHK Aceh, Jul Rahmady, mengonfirmasi bahwa pengelolaan sampah masih menjadi masalah utama di provinsi tersebut. Menurutnya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) belum tertangani dengan baik dan pemilahan sampah belum berjalan maksimal.

Volume sampah yang mencapai ratusan ton per hari memerlukan solusi teknologi yang tepat. Jul Rahmady menyatakan bahwa DLHK Aceh menanggapi positif tawaran dari Singapura. “Sejalan dengan arahan Wali Nanggroe, kita mencari solusi persoalan limbah di Aceh,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa mesin pengolahan limbah yang ditawarkan Singapura telah terbukti berhasil di negara tersebut, baik untuk limbah cair, padat, industri, hingga B3. Hal ini diharapkan dapat menjadi terobosan dalam penanganan limbah di Aceh.

Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal kerja sama lebih lanjut antara Aceh dan Singapura dalam bidang pengelolaan lingkungan, khususnya teknologi pengolahan limbah.

Sumber: ANTARA

Stay Connected

16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News