Acehjurnal.com – Dua puluh tahun perdamaian Aceh dan delapan puluh tahun kemerdekaan Indonesia menjadi momen penting bagi perempuan akar rumput untuk menyuarakan hak-hak perempuan dan perlindungan anak.
Menurut catatan Flower Aceh, damai dan merdeka tidak hanya berarti bebas dari konflik atau penjajahan, tetapi juga harus mencerminkan keadilan, keamanan, serta kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan. Aspirasi ini tercatat dari suara perempuan akar rumput di sejumlah kabupaten/kota di Aceh dalam refleksi atas dua peristiwa bersejarah tersebut.
Selain itu, berbagai berita terkini juga menjadi perhatian, mulai dari potensi hujan lebat di Jabodetabek hingga kasus sumur minyak ilegal di Blora yang masih terbakar.



