BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Muhammad Rizky mendesak pemerintah dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) agar lebih serius menanggani konflik gajah di Aceh.
Hal ini disampaikan setelah seekor gajah kembali masuk ke perkampungan warga di Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan pada Senin (17/5/2024) lalu. Menurutnya, bila tidak ditangani dengan serius, maka akan berdampak fatal jika konflik antara manusia dengan satwa liar terjadi.
“Pemerintah Aceh dan BKSDA harus menangani secepat mungkin. Kasus ini harus dimasukkan dalam masalah prioritas dengan mencari solusi konkrit sehingga masyarakat tak lagi mengalami kerugian,” ucap Muhammad Rizky dalam keterangannya, Kamis (30/5/2024).
Politisi Golkar ini menjelaskan, jika kasus ini tidak ditanggapi serius oleh pemerintah, maka konflik satwa liar dengan manusia dipastikan kembali terulang. Bahkan parahnya lagi, konflik antara satwa liar dengan manusia akan meluas lagi sehingga warga selalu dalam kondisi dirugikan.
“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Di satu sisi mengancam keselamatan masyarakat dan menimbulkan kerugian secara materil, di sisi lain, kita perlu juga menjamin keberlangsungan hidup satwa liar,” ujarnya.
Ia berharap, Pemerintah Aceh melalui instansi terkait harus segera mencari solusi bijak dan harus dilakukan secara berkelanjutan. Dirinya mengaku juga siap mendampingi masyarakat untuk melakukan edukasi dan pengawasan agar masyarakat tidak menjadi korban.
“Dulu jarang kita dengar ada kasus seperti ini. Makanya ini harus dicarikan solusi bersama karena konflik yang terjadi banyak terjadi di jalur migrasi satwa yang berdekatan dengan pemukiman penduduk,” pungkasnya. []