BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM- Pemadaman listrik kembali terjadi di wilayah Aceh. Hingga saat ini, listrik di sejumlah wilayah masih belum stabil. Ini merupakan hari kedua terjadi pemadaman listrik di kawasan tersebut, setelah pada Selasa (4/6/2024) malam listrik juga padam mulai pukul 14.00 WIB serta pukul 21.25 WIB.
“Dari malam kemarin begini (mati lampu) terus. Hari ini aja udah tiga kali mati lampu,” ujar Safrizal, warga kota Banda Aceh kepada AcehJurnal.com, Rabu (5/6/2024) malam.
Akibat pemadaman listrik, ia mengaku terpaksa tidur dalam kondisi gelap dan kepanasan. Apalagi, dua anaknya yang masih kecil sering menangis akibat kepanasan. Apalagi, jika kondisi listrik hidup dan terkadang mati akan berakibat fatal. Pasalnya, katanya lagi, peralatan elektronik di rumahnya bisa rusak akibat arus tak stabil.
“Ini tidak boleh dibiarkan. Akibat listrik sering mati dan hidup, AC dan kulkas di rumah saya rusak. Kita harap kepada Pemerintah Aceh segera bertindak tegas, khususnya kepada PLN agar listriknya stabil kembali,” ujarnya kesal.
Sementara, Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh Lukman Hakim, mengatakan, listrik di Aceh mengalami gangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Langsa-Idi. Gangguan itu disebut menyebabkan jaringan transmisi SUTT 150 kV Langsa-Lhokseumawe dan Idi-Panton Labu trip.
“Hal ini berdampak pada pembangkit PLTMG ARUN 1,2 PLTU NAGAN 1,2,3,4 PLTMH KRUNG ISEP dan ANGKUP TRIP sebesar 420,2 MW dan menyebabkan kondisi kelistrikan di sebagian besar sistem interkoneksi Aceh terganggu,” kata Lukman.
Dia meminta masyarakat mematikan peralatan elektronik sementara waktu hingga kondisi listrik stabil kembali. Petugas PLN disebut masih berusaha menormalkan kondisi listrik di Aceh.
“Kami mengimbau untuk peralatan elektronik yang sensitif terhadap lonjakan tegangan misalkan televisi, AC, kulkas dan sebagainya untuk di off-kan sementara waktu sampai kondisi kelistrikan kita benar-benar stabil,” pungkasnya. []