Acehjurnal.com, Aceh Barat – Keberadaan etnis Rohingya di Kabupaten Aceh Barat telah berakhir setelah seluruh pengungsi kabur dari kamp pengungsian yang terletak di Kompleks Perkantoran Bupati Aceh Barat.
Pada Sabtu, 1 Juni 2024, saat menjelang subuh, sebanyak 27 orang etnis Rohingya yang masih tersisa di kamp tersebut dilaporkan kabur. Dengan perginya kelompok terakhir ini, aktivitas di lokasi tersebut mendadak sepi karena tidak ada satu pun pengungsi yang tersisa, termasuk anak-anak.
Kamp pengungsian yang berlokasi di Kompleks Perkantoran Bupati di Melaboh, Aceh Barat, mendadak sepi setelah seluruh pengungsi dibawa kabur oleh penyelundup manusia pada Sabtu subuh. Hingga kini, kasus penyelundupan ini belum terungkap secara jelas.
Jumlah awal pengungsi Rohingya yang mencapai 70 orang kini tersisa nol, setelah 27 orang terakhir digondol pada subuh tersebut. Semua pengungsi, termasuk anak-anak, telah kabur.
Sebelum mendarat di perairan Aceh Barat, kelompok Rohingya ini mengalami musibah. Dari sekitar 150 orang yang tenggelam, sebagian hilang dan sebagian lainnya ditemukan meninggal. Laporan terakhir menyebutkan ada 16 orang yang ditemukan meninggal di perairan Aceh Barat, Aceh Jaya, termasuk Sabang. Sebanyak 75 orang berhasil mendarat di Kabupaten Aceh Barat dalam dua tahap.
Pada 20 Maret, enam orang mendarat di Kuala Bubon dan ditampung di kantor camat selama beberapa malam. Sehari kemudian, pada 21 Maret, 69 orang dievakuasi oleh Basarnas melalui Pelabuhan Jeti Ujung Karang, Meulaboh.
Rencana awal menempatkan mereka di Bergang namun ditolak oleh warga. Akhirnya, para pengungsi ditempatkan di markas PMI di Kampung Tuani. Lima hari kemudian, penolakan oleh warga kembali terjadi, sehingga mereka dipindahkan ke Kompleks Perkantoran Bupati Aceh Barat. Dari 75 orang, jumlah pengungsi terus menyusut karena diduga dibawa kabur oleh penyelundup. Sebanyak 11 orang secara resmi dipindahkan ke Sumatera Utara, sementara sisanya melarikan diri.
Tujuan Malaysia
Koordinator UNHCR di Aceh menyebutkan bahwa para pengungsi diduga dibawa oleh penyelundup menuju Sumatera Utara dengan menggunakan mobil. Faisal Rahman dari UNHCR menyatakan bahwa tujuan akhir mereka kemungkinan adalah Malaysia, berdasarkan pengalaman sebelumnya. Mereka diperkirakan akan menjadi agen-agen tertentu untuk keberangkatan ilegal menuju Malaysia.
Saat ini, Kabupaten Aceh Barat sudah tidak lagi memiliki pengungsi etnis Rohingya setelah kepergian terakhir pada Sabtu subuh. Hingga saat ini, tidak ada pengusutan yang jelas meski sebelumnya ada upaya penangkapan oleh Satpol PP terhadap pelaku yang membawa kabur etnis Rohingya. Namun, setelah diserahkan kepada pihak kepolisian, pelaku dilepas karena tidak memenuhi unsur pidana.
Aktivitas di kamp pengungsian kini sudah dihentikan, dan petugas telah melakukan pembersihan. Sejumlah barang dan pakaian masih terlihat bergantungan di tenda pengungsian, diduga ditinggalkan oleh para pengungsi yang hanya membawa pakaian di badan saat pergi.



