BANDA ACEH – Auditorium Ali Hasjmy Kampus UIN Ar-Raniry kembali dipadati ratusan akademisi dari Indonesia dan Malaysia. Mereka hadir mengikuti Seminar Internasional Madani ke-5 yang digelar Senin (2/10).
Acara tahunan yang diselenggarakan atas kerja sama Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Ar-Raniry dengan Universiti Malaysia Terengganu (UMT) itu dibuka langsung oleh Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman.
Dalam sambutannya, Mujib mengapresiasi terselenggaranya acara akademik berskala internasional tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud konkret peran kampus dalam melakukan transfer ilmu pengetahuan.
“Kami bangga seminar internasional ini kembali digelar, kali ini di Banda Aceh. Ini menjadi bukti UIN Ar-Raniry terus berupaya mengaktifkan fungsi akademik dan menjalin kerja sama dengan kampus lain,” ujar Mujib.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UIN Ar-Raniry dan UMT oleh Rektor Mujiburrahman dan Naib Canselor UMT Malaysia Prof Dato’ Dr Mazlan Abd Ghaffar. Keduanya berharap, kerja sama ini bisa dikembangkan ke bidang riset dan pengabdian masyarakat.
Sementara itu, ratusan peserta seminar antusias mengikuti presentasi para akademisi. Mereka dibagi ke dalam 5 kelompok sesi sesuai disiplin ilmu masing-masing.
Menariknya, kali ini UMT mengirimkan 30 narasumbernya. Mereka berbagi ilmu kepada ratusan dosen dan mahasiswa FDK UIN Ar-Raniry dari beragam program studi di fakultas tersebut.
Topik yang diangkat pun sangat variatif, mulai dari kajian keislaman, sosiologi, bahasa, pendidikan, hingga seni dan budaya. Semuanya dibahas dalam perspektif kearifan lokal dan peradaban Nusantara.
Dengan antusiasme peserta dan kedalaman materi yang disajikan, dapat dipastikan Seminar Madani ke-5 kali ini kembali sukses mewadahi sinergi akademisi dari Indonesia dan Malaysia. Semoga acara tahunan ini terus berkelanjutan dan mampu menghasilkan kerja-kerja nyata lainnya.



