HomeWisataMelapas Penat di Waroeng Sangkar, Tongkrongan Kuliner Yang Instagramable

Melapas Penat di Waroeng Sangkar, Tongkrongan Kuliner Yang Instagramable

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM – Menikmati keindahan alam tentunya menjadi hal mengasyikkan bagi kita. Apalagi, Aceh dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki banyak tempat wisata dengan pemandangan indah. Baik itu destinasi bahari, perbukitan, gunung-gunung, persawahan hingga beragam kuliner lainnya yang siap memanjakan lidah. Pemandangan indah inilah yang memikat daya tarik pengunjung untuk melepas penat sambil menikmati keindahan alam. Apalagi, hadirnya restoran atau cafe-cafe di atas bukit sehingga tak hanya menawarkan pemandangan alam. Namun juga siap membuat pengunjung rileks sambil menikmati berbagai hidangan dengan tampilan menggugah selera.

Salah satunya adalah restoran “Waroeng Sangkar” yang terletak di atas perbukitan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Saat berada di restoran ini, mata bebas menyorot ke segala penujuru angin.

Sejauh mata memandang, hamparan kebun kurma dan durian terlihat dari atas perbukitan. Berpaling ke ujung timur, gugusan perbukitan membujur luas tempat Gunong Seulawah menampakkan puncaknya yang gagah. Sebelah utara, bukit berkarang tersembul bukit berkarang tampak berundak-undak. Dari ujung barat, hamparan luas Selat Malaka berkilau bermandikan cahaya, berkejar-kejaran menjilati butiran pasir putih.

Pondok-pondok kecil yang dibangun di areal Waroeng bikin suasana rileks dan mata bebas menyorot ke segala penjuru angin. Foto Taufik Ar Rifai
Pondok-pondok kecil yang dibangun di areal Waroeng bikin suasana rileks dan mata bebas menyorot ke segala penjuru angin. Foto Taufik Ar Rifai

Angin mendesau, terkadang menyemilir, bahkan kerap bertiup kencang. Suasananya terasa teduh dan nyaman.

Berjarak sekitar 36 meter dari pusat kota Banda Aceh, atau membutuhkan waktu sekira 25 menit mengendarai kendaraan roda dua yang rata-rata dipacu 70 km/jam. Lokasi ini bisa ditempuh melintasi jalan Krueng Raya – Laweueng, lalu berbelok ke arah kanan menuju bukit radar dari kota Krueng Raya. Selain itu, lokasi ini juga bisa dilewati dari Markas TNI AU Blang Bintang, lalu melintasi hamparan kebun kurma “Barbate”.

Restoran Waroeng Sangkar. Foto Taufik Ar Rifai

Tiba di sudut kiri, tulisan “Waroeng Sangkar” tertera di sudut atas pintu gerbang. Restoran ini berdiri sejak 2018 lalu. Namun baru dibuka untuk pengunjung sejak awal 2020 lalu.

Lokasinya juga sangat instragramable. Selain areal parkirnya cukup luas, terdapat pondok-pondok kecil yang siap menyapa pengunjung untuk melepas penat sambil menikmati aneka kuliner khas Waroeng Sangkar. Sehingga lokasi ini semakin tenar di kalangan pengunjung. Maka tak heran, lokasi ini kerap dijadikan spot untuk berswafoto oleh para pengunjung.

Lokasi ini, selain melepas penat sambil menikmati aneka kuliner yang siap memanjakan lidah. Lokasi ini juga kerap dijakan objek untuk berswafoto. Foto Taufik Ar Rifai
Lokasi ini, selain melepas penat sambil menikmati aneka kuliner yang siap memanjakan lidah. Lokasi ini juga kerap dijakan objek untuk berswafoto. Foto Taufik Ar Rifai

Pemilik Waroeng Sangkar, Tomi mengaku, dirinya tetap menjaga keaslian kuliner Aceh agar citarasanya tetap terjaga dengan baik. Tomi mengaku, Waroeng Sangkar miliknya itu mulai buka sejak pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Adapun menu-menu yang disediakan, diantaranya jus kurma khas Waroeng Sangkar, kopi espresso, aneka gorengan, mie Aceh, kuliner khas Aceh seperti sie reuboh, gulai ayam kampung, kuah pliek u (khusus Sabtu dan Minggu), bebek masak Aceh hingga aneka minuman hangat dan dingin lainnya. Harganya juga relatif murah sehingga ramah dengan dompet pengunjung.

“Eksistensi dan keaslian kuliner inilah yang harus tetap kita jaga. Selain menjaga kualitas endatu, juga semata-mata mendapat keberkahan dari Allah sesuai tuntunan ajaran Islam,” ujar Tomi kepada AcehJurnal.com, Sabtu  (14/10/2023).

Tomi menjelaskan, dirinya sangat menaruh harapan besar agar sektor pariwisata Aceh semakin maju. Salah satunya terus mempromosikan potensi alam serta usaha kuliner Aceh agar semakin go nasional maupun internasional. Apalagi, ini sejalan dengan konsep Pemerintah Aceh yang mempromosikan wisata halal sehingga ia yang latarbelakang pengusaha kuliner sukses merasa terpanggil untuk membuka destinasi wisata Islami di Tanah Rencong.

Aneka kuliner khas Waroeng Sangkar. Sang pemilik, Tomi mengaku, dirinya tetap menjaga keaslian kuliner Aceh agar citarasanya tetap terjaga dengan baik. Foto Taufik Ar Rifai
Aneka kuliner khas Waroeng Sangkar. Sang pemilik, Tomi mengaku, dirinya tetap menjaga keaslian kuliner Aceh agar citarasanya tetap terjaga dengan baik. Foto Taufik Ar Rifai

Hal ini juga tak lepas dari doa dan dukungan moril orangtuanya agar terus istiqamah dalam setiap usahanya. Semangat inilah yang menjadi modal utamanya untuk terus berbuat untuk masyarakat banyak.

“Dalam menjalankan setiap usaha, doa dan dukungan mereka (orangtua) inilah yang utama. Mereka harus kita istimewakan dalam setiap langkah kita. Setiap usaha kita harus senantiasa kita bangun pondasi kuta sesuai Syariat Islam. Jangan pernah mengeluh pada kelemahan kita, tapi fokuslah pada hasil yang kita capai. Insya Allah kita akan selalu mendapat keberkahan,” ucap Tomi dengan penuh semangat.

Matahari sudah rebah ke ufuk barat. Kumandang adzan ashar terdengar dari pengeras suara masjid. Tomi segera beranjak dari tempat duduknya. Lalu diikuti oleh sejumlah karyawannya menuju mushalla samping restoran miliknya.

“Mari kita salat berjamaah dulu. Kerja utama, tapi salat itu wajib berjamaah disini. Insya Allah kalau ada waktu kita diskusi lagi,” ucap Tomi menutup obrolan. (***)

Stay Connected

16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News