BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh menggelar pelatihan Pengembangan Mutu Pendidikan dan Penyusunan Kurikulum Dayah Ulee Titi Kabupaten Aceh. Acara yang dihelatkan di Hotel Grand Aceh Syariah Lamdom, Banda Aceh selama tiga hari, yakni mulai 25 – 27 November 2022.
Ketua Panitia Elizar S.Ag mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk menyongsong Tahun Ajaran baru 2023/2024 Dayah Ulee Titi Kabupaten Aceh Besar mengadakan kegiatan perampungan revisi kurikulum dayah.
Kegiatan yang diikuti guru dan tenaga pendidik Dayah Ulee Titi Kabupaten Aceh Besar ini bertujuan untuk merampungkan mutu dan revisi kurikulum pendidikan dayah. Hal ini sebagai persiapan penyempurnaan Kurikulum Dayah Darul Aman Leubok dalam menyonsong tahun ajaran 2023/2024.
“Pelatihan ini diharapkan akan menyempurnakan mutu pendidikan dayah berbasis kurikulum moderen bagi para guru senior dayah salafiyah, doktor, magister dan sarjana tingkat strata satu Dayah Ulee Titi, ” ujar Elizar, S.Ag.
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh melalui Kabid Manajemen Mahmud saat menutup acara mengatakan, pelatihan ini diharapkan mampu menyongsong Tahun Ajaran baru 2023/2024 Dayah Ulee Titi mengadakan kegiatan perampungan revisi kurikulum dayah.
“Semoga pelatihan ini mampu menyelesaikan berbagai persoalan dan sekaligus melahirkan berbagai kontribusi positif dalam meningkatkan mutu dan kualitas kurikulum pendidikan berbasis kedayahan, khususnya memasuki tahun ajaran baru 2023/2024 Dayah Ulee Titi,” ujar Mahmud saat menutup acara.
Dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih atas dedikasi, peran dan dukungan seluruh elemen dalam meningkatkan kualitas dan pendidikan kurikulum Dayah Ulee Titi. Hal ini sejalan dengan cita-cita Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah agar para teungku-teungku atau guree dayah dibekali berbagai kurikulum dan mutu pendidikan berbasis moderen.
Menurutnya, Pemerintah Aceh berharap agar santri atau guree dayah jangan hanya menguasai khazanah keilmuan agama saja. Namun juga harus dibekali berbagai ilmu pengetahuan seiring berkembangnya zaman. Tidak menutup kemungkian para santri atau guree dayah nantinya juga harus mengisi jabatan strategis di pemerintahan.
“Pada intinya, konsep pendidikan dayah tetap memprioritaskan pendidikan berbasis agama. Namun perlu pembenahan dari sisi peradabannya yang moderan,” ujar Mahmud.
Mahmud menjelaskan,pelatihan ini merupakan wujud dan keinginan serius Pemerintah Aceh dalam mengembangkan kurikulum pendidikan berbasis kedayahan.
“Kita berharap kepada peserta agar dapat mengikutinya dengan serius sehingga ilmunya bisa bermanfaat, baik bagi diri sendiri dan semua orang. Ini juga sebagai bagian dari ikhtiar kita untuk kemaslahatan ummat, ” ujar Mahmud. []