Banda Aceh | AcehJurnal.com – Dalam rangka memperkuat wawasan keilmuan bagi santri, Dinas Pendidikan Dayah Aceh kembali menggelar pelatihan Penulisan Kaligrafi bagi 85 orang santri yang berasal dari Kabupaten Aceh Tamiang. Pelatihan yang dihelatkan di aula Hotel Amel Convention Hall ini bertujuan untuk memperkuat khasanah keilmuan santri dayah.
Hal tersebut dijelaskan oleh Ketua Panitia Pelaksana Irwan di awal sambutannya, Senin (26/9/2022). Irwan mengatakan, pelatihan ini juga berkaitan dengan Life skill santri, bagaimana seorang santri tidak hanya menguasai ilmu agama, namun juga mempunyai kemampuan lain.
“Kami dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh mengucapkan terimakasih kepada mitra Kerja dalam hal ini DPR Aceh yang telah bersinergi dalam memperkuat Life skill, ilmu pengetahuan umum dan wawasan lainnya bagi santri-santri Dayah di Aceh, ujar Irwan.
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Tamiang Aliya mengatakan rasa syukur yang mendalam kepada Pemerintah Aceh dan DPR Aceh yang telah memberikan kontribusi nya dalam peningkatan kapasitas Santri Dayah di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.
Beliau berpesan agar dapat mengikuti proses ini semaksimal mungkin, mari belajar dan mengasah bakat, bekal ini nantinya juga kembali kepada para santri pribadi. Kesempatan tidak terulang yang kedua kali, gali potensi diri, agar sukses dikemudian hari, ujar Aliya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri saat membuka acara menyampaikan kepada para santri agar jangan menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Selama 4 hari 4 malam berada di Banda Aceh agar dapat fokus pada pelatihan ini.
Kita inginkan santri-santri dayah Aceh dapat membuat karya-karya yang monumental yang dapat dinikmati oleh generasi berikutnya. Tulisan ala Kaligrafi selain indah dipandang mata juga mempunyai makna dalam artian ilmu pengetahuan yang terkandung di dalam nya.
Kaligrafi ini merupakan seni dalam Islam, maka pelajari dengan sungguh-sungguh, agar apa yang kalian belajar di dayah dapat diabadikan dalam sebuah kitab maupun dalam bentuk lainnya, pesan Zahrol.
Kita semua harus memiliki kerisauan yang sama seperti ulama-ulama terdahulu yang khawatir terhadap generasi berikutnya setelah mereka. Para ulama tersebut mengarang kitab yang indah sehingga ilmu-ilmu agama dapat dipelajari dengan baik oleh kita sekarang ini.
Maka, kami dengan penuh harapan agar santri sekalian dapat menguasai dengan baik setiap ilmu yang ditransfer oleh para Pemateri, tulis poin-poin penting yang disampaikan agar kita tidak lupa. Landasan ilmu harus kita pahami dengan baik, sehingga tidak kehilangan arah, harap Zahrol.
Para pemateri dalam kegiatan kali ini diantaranya, Ana Iqbal, Iswahyudi, Rahmat Ashari, Rafiq Izarul, Ali Basa dan M. Raziq Albar.[]



