HomeAgamaEvaluasi Penyempurnaan Kurikulum, Ulama Dayah Gelar FGD

Evaluasi Penyempurnaan Kurikulum, Ulama Dayah Gelar FGD

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Dalam rangka mengevaluasi dan curah pikiran Penyempurnaan Kurikulum Dayah, sejumlah pimpinan dan ulama dayah menggelar diskusi untuk menggali masukan dan saran untuk menghasilkan sebuah kurikulum yang relevan dengan kondisi kekinian. Pernyataan ini disampaikan oleh Irwan Djamaluddin SHi M.Si selaku ketua Panitia Acara di salah satu Hotel di Banda Aceh, Selasa (238/2022).

“Unsur Dayah yang kita libatkan berasal dari tiga klasifikasi dayah. Ini sesuai dengan Qanun Aceh No. 9 Tahun 2018 tentang Pendidikan Dayah yaitu Unsur Dayah Salafiyah, Dayah Terpadu dan Dayah Tahfiz,” ujar Irwan.

Acara yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh ini akan digelar selama 3 hari. Ia berharap dari Pimpinan Dayah untuk dapat memberikan saran yang berbasis argumen dan ide yang bagus. Sehingga dapat diformulasikan dalam silabus kemudian dapat diterapkan pada dayah masing-masing.

“Curah pikiran dan evaluasi Penyusunan Kurikulum dayah ini nantinya dapat melahirkan kurikulum dayah sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan dan tantangan dayah hari ini, ” tambahnya.

Dinas Pendidikan Dayah Aceh merasa perlu memfasilitasi para pimpinan dayah untuk menggali dan mendengar keinginan.

“Kita harapkan dari Tengku Dayah sehingga Kurikulum yang direkomendasikan nanti sesuai dengan aspirasi yang sebenanya,” ujar Irwan.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri meminta kepada para Ulama Pimpinan Dayah yang terlibat dalam FGD ini untuk dapat mencurahkan pikiran dalam mengevaluasi penerapan kurikulum dayah, supaya terstandar secara nasional.

“Yang kita takutkan jika tidak terstandarkan, akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, tidak samanya pemahaman ilmu yang diterima oleh para santri dapat memicu penafsiran yang keliru di tengah masyarakat. Untuk itu penting sekali penerapan Kurikulum dayah yang seragam dalam pelaksanaannya,” kata Zahrol.

Zahrol berharap kiranya FGD ini dapat merekomendasi sebuah kesepakatan kurikulum sesuai dengan kondisi kekinian dan local wisdom dayah di Aceh. Ini merupakan langkah strategis dalam merespon keinginan publik agar kualitas dayah dapat di akui secara nasional.

Diskusi mengenai Penyelenggaraan penyempurnaan Kurikulum dayah ini bertujuan untuk mewujudkan kurikulum dayah Salafiyah, terpadu dan tahfidh yang berstandar dan berlaku bagi dayah-dayah dalam Provinsi Aceh.

Pada kesempatan itu, Zahrol juga menyinggung sedikit mengenai output dari Rencana Pembangunan Aceh (RPA) ke depan. Diantaranya upaya mewujudkan Kemandirian Dayah. Kemandirian itu dapat terjadi salah satunya apabila setiap dayah memikirkan mengenai Life skill Santri. Keahlian yang dimiliki oleh santri nantinya dapat menjadi income bagi ekonomi dayah. Ke depan kita inginkan ketergantungan dayah kepada pihak lain menjadi berkurang.

“Selain itu, dayah juga harus mampu membangun ekonomi dengan memanfaatkan situasi dan kondisi dayah. Adanya unit usaha peternakan, perikanan, pertanian dan unit usaha lainnya yang menjadi sumber pemasukan tetap bagi dayah,” tambah Zahrol.

Disamping itu pula, Dayah tetap pada koridornya yaitu melahirkan kader ulama-ulama berilmu tinggi yang memahami dengan baik kitab kuning serta mampu merangkai karya dalam sebuah kitab.

“Bapak Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki berpesan agar Dayah di Aceh kembali dapat melahirkan ulama-ulama yang bertaraf Internasional. Aceh ini Besar dan Bermartabat karena Para Alim Ulama,” ujar Zahrol menyampaikan pesan Bapak Gubernur.[]

Stay Connected

16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News