ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM – Merebaknya wabah penyakit kuku dan mulut (PKM) yang menyerang sapi membuat peternak merugi puluhan juta. Pasalnya, mereka terpaksa menjual sapi-sapinya dengan harga sangat murah.
Hal ini dialami oleh salah satu peternak sapi di Gampong Lamlhom dan Lampuuk Kabupaten Aceh Besar. Narasumber yang enggan namanya ditulis menyebutkan, wabah PKM telah menyerang sejumlah ternak milik warga.
“Kondisi sapinya tidak nafsu makan dan terbaring lemas, tidak mampu berdiri. Di sekitar kukunya bernanah, mulutnya berbusa dan sariawan, badannya juga panas, ” ujarnya kepada AcehJurnal.com, Rabu (18/5).
Menurutnya, kondisi ini membuat sejumlah peternak terpaksa menjual beberapa sapinya dengan harga sangat murah.
“Bahkan ada sebagian peternak menjual sapinya hingga Rp2 juta hingga Rp3 Juta per ekornya dari harga normalnya Rp15 juta. Mau gimana lagi, daripada mati kan jadi rugi besar, ” ucapnya lagi.
Dia mengatakan, selama beternak puluhan tahun baru kali ini menjumpai penyakit seperti ini. Menurutnya, penularan penyakit ini sangat cepat.
Meski sebelumnya mantri hewan telah datang dan memberikan suntikan, namun penyakit PKM pada sapi-sapinya belum tuntas. Apalagi menjelang hari raya Idul Adha nanti seharusnya menjadi momen baginya dan peternak lain untuk meraih untung.
“Ya mau gimana lagi. Kita berdoa aja semoga wabah PKM ini cepat pulih. Juga ada peran dan ukuran pemerintah agar segera menanganinya, ” pungkasnya. []