BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Batee Iliek menyampaikan selamat atas penunjukan Saiful Bahri alias Pon Yahya sebagai Ketua DPR Aceh. Ucapan ini disampaikan langsung oleh Wakil Panglima Daerah I Batee Iliek, Nasruddin mahmud Basyah alias Nyak Din.
“Tahniah dan selamat kepada Panglima Pon Yahya atas amanah ini,” ucap Wakil Panglima Daerah I Batee Iliek, Nasruddin Mahmud Basyah alias Nyak Din kepada AcehJurnal.com, Selasa (15/3).
Nyak Din mengatakan, penunjukkan Pon Yahya merupakan langkah tepat dan sikap professionalisme Mualem selaku pimpinan Partai Aceh. Pasalnya, katanya lagi, penunjukan Saiful Bahri alias Pon Yahya sebagai Ketua DPR Aceh prerogatif Mualem dan Abu Razak untuk membenahi seluruh anggota legislatif perwakilan Partai Aceh di kursi parlemen.
BACA JUGA : Sosok Pon Yahya, Panglima Sagoe GAM di Pase yang Ditunjuk Mualem sebagai Ketua DPRA
Menurutnya, tim seleksi dari internal Partai Aceh sudah bekerja sangat professional dalam melaksanakan tahap seleksi dan evaluasi kinerja anggota DPR Aceh dari Partai Aceh. Ini juga membuktikan sikap dan komitmen Mualem dan Abu Razak selaku pimpinan Partai Aceh yang terus membenahi kinerja dan kadernya. Nyak Din juga berpesan, tidak ada lagi soal perbedaan usai penetapan orang nomor satu di kursi parlemen Aceh tersebut. Namun hanya satu tujuan, yakni bersama-sama memperjuangkan segala kemaslahatan rakyat Aceh. Khususnya nasib anak yatim, janda dan eks kombatan GAM yang hidupnya masih memprihatinkan.
“Jangan ada lagi kepentingan si A atau B setelah penetapan ini. Kita harus punya satu tujuan, yakni bersama-sama memperjuangan kemasalahatan rakyat Aceh,” ujar Nyak Din lagi.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem menunjuk Saiful Bahri alias Pon Yahya sebagai Ketua DPR Aceh periode 2019-2024 menggantikan Dahlan Jamaluddin.Surat keputusan ini pergantian pucuk pimpinan DPR Aceh ini diantar langsung oleh Juru Bicara Partai Aceh, Nurzahri ke pimpinan DPR Aceh, Senin (14/3).
Surat tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua II, Hendra Budian selaku pemegang nota dinas Ketua DPRA. Turut disaksikan Wakil Ketua I Dalimi di ruang kerja dan Ketua Fraksi Partai Aceh dari DPR Aceh, Tarmizi alias Panyang.[]