BANDA ACEH | ACEH JURNAL.COM – Pengurus Besar Rabithah Taliban Aceh (PB RTA) menggelar acara Pelatihan Manajemen Keorganisasian yang di ikuti oleh Kader-kader RTA seluruh Aceh berjumlah 40 orang yang diselenggarakan selama 3 hari di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh, Rabu (23/2).
Rais ‘Am PB RTA Tgk Marbawi Yusuf dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih kepada Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh karena terus mendukung setiap kegiatan-kegiatan positif RTA untuk Ummat.
Tgk Marbawi juga mengatakan penting nya kesolidan seluruh Kader RTA dalam memberikan pencerahan-pencerahan kepada masyarakat.
“Mustahil ketika kita berpecah belah kita dapat membantu masyarakat. Untuk itu, perlu kekompakan kita bersama dalam membesarkan organisasi santri Aceh ini, ” kata Tgk Marbawi Yusuf.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri S.Ag MH saat membuka acara menyampaikan dalam sambutannya agar pertemuan ini dapat menghasilkan sesuatu yang positif bagi jalannya roda organisasi. Ini dikarenakan acara ini diikuti oleh perwakilan RTA seluruh Aceh, sehingga saran serta masukan kawan-kawan dari daerah dapat menjadi sebuah kesimpulan demi perbaikan-perbaikan ke depan, ujarnya.
Pada kesempatan itu, Zahrol juga menyinggung beberapa isu hangat yang terjadi di lingkungan dayah akhir-akhir ini. Kadis Dayah ini meminta agar RTA dapat membantu Pemerintah dalam mencarikan solusi terhadap persoalan-persoalan sangat krusial ini.
“Kita diserang siang dan malam dengan isu negatif karena ada oknum-oknum di Dayah melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya kepada santri”, maka perlu dicarikan solusi bersama agar kejadian memalukan ini tidak terjadi lagi ke depannya,” kata Kadis Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri.
Selain itu, Zahrol juga mengharapkan kepada PB RTA sebagai organisasi santri Aceh untuk mendorong berbagai pihak dalam mengupayakan lifeskill bagi santri dayah, dengan harapan setelah tamat dari dayah, santri tersebut memiliki keahlian sebagai bekal menjalani kehidupannya. Di samping itu, para pimpinan dayah juga dapat mengupayakan agar ekonomi dayah dapat terlaksana sebagai upaya wujud Kemandirian Dayah ke depan saat sumber-sumber dana dari Pemerintah semakin menipis.
Terakhir, Mantan Ka. Biro Isra Setda Aceh itu menyampaikan agar Kader-kader PB RTA dapat menggiatkan literasi menulis sebagai bahan bacaan bagi masyarakat. Ini juga sebagai upaya menangkal hoax dan disinformasi dari pihak-pihak yang terus menyudutkan umat Islam.
Saat ini, katanya lagi, arus informasi sangat cepat masuk, ada yang benar dan banyak juga yang tidak bermanfaat. Ia berharap, kader-kader RTA dapat mengisi informasi-informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Informasi positif itu berupa tulisan-tulisan yang bernilai melalui berbagai media, baik media online, media cetak maupun media sosial lainnya, ” pungkasnya. []