Wali Nanggroe Minta DPRA Perjuangkan Mou Helsinki kepada Pemerintah Pusat

MEULABOH | ACEHJURNAL.COM – Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haytar mendesak kepada DPR Aceh terus memperjuangkan realiasasi butir-butir perjanjian damai MoU Helsinki. Menurutnya, salah satu kunci untuk terus merawat perdamaian Aceh terus hakiki dan berjalan baik adalah adanya peran semua pihak dalam menuntaskan segala kekhususan Aceh.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Wali Nanggroe pada rapat pimpinan pengurus DPA Partai Aceh ban sigom Aceh di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat pada Sabtu (31/10) kemarin.

“Terkait realisasi butir-butir MoU Helsinki dan turunan UUPA, saya minta butuh komitmen DPRA untuk memperjuangkannya. Jangan hanya menunggu,” kata Wali Nanggroe, Tgk Malik Mahmud Al H

Advertisement

aytar.

Dalam sambutannya, perdamaian Aceh yang sudah terjalin satu dekade lebih sudah disepakati antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) bersama Pemerintah Republik Indonesia. Perjanjian damai yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 lalu di Helsinki, Findlandia harus segera direalisasikan. Salah satu poin penting terkait realisasi MoU Helsinki adalah persoalan lambang dan bendera Aceh.

Oleh karena itu, Wali Nanggroe meming DPRA agar terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat di Jakarta. Menurutnya, DPRA memiliki hak legalitas untuk memperjuangkanny.

“Sebagai tokoh yang ikut dalam perundingan MoU Helsinki, saya memimiki tanggungjawab moral kepada masyarakat Aceh, bahkan termasuk dunia internasional,” kata Wali Nanggroe. []

Laporan : M. Akbar.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT