Tentara Muslim Chechnya Pro-Rusia Dilaporkan Tewas di Ukraina

KIEV – Pemimpin Chechnya yang juga merupakan sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin, Ramzan Kadyrov, melaporkan dua prajurit Chechen tewas dan enam lainnya terluka di Ukraina, Selasa (1/3).
Sebelumnya, Kadyrov menyatakan pasukannya telah dikirim untuk membantu Rusia menginvasi Ukraina, Sabtu (26/2).
“Presiden (Putin) mengambil keputusan yang benar dan kami akan menjalankan perintahnya dalam situasi apapun,” kata Kadyrov, dikutip dari Reuters.
Dalam sebuah video, Kadyrov sempat mengklaim tidak ada pasukannya yang menjadi korban dalam perang Ukraina ini.
“Sampai pada hari ini, menit ini, kami tidak memiliki satu korban jiwa, maupun yang terluka, tidak ada satu pria pun yang bahkan menderita pilek,” ujarnya lagi.
Pasukan Chechen di bawah pimpinan Kadyrov memang telah lama menjadi sekutu Rusia. Mereka kerap membantu Moskow melakukan operasi militer, seperti di Georgia dan Suriah.
Selain berafiliasi dengan Putin, pasukan ini juga disebut sering melakukan penangkapan semena-mena.
Dalam beberapa tahun terakhir, pasukan Kadyrov ini seringkali menangkap orang tanpa proses hukum. Berbagai elemen masyarakat kerap menjadi target mereka, dari militan, kritikus pemerintah, hingga warga yang dicurigai gay, sebagaimana dilansir The Guardian.
Pasukan spesial Chechen ini juga dikabarkan sering melakukan penyiksaan. Beberapa tahun lalu, Zelimkhan Khangoshvili, salah satu tokoh separatis Chechnya, meninggal dunia akibat tembakan di kepala oleh pria tak dikenal.
Terduga pembunuh Khangoshvili, yang ditangkap polisi tak lama setelah melemparkan rambut palsu dan senapan ke sungai, memilih diam. Terduga berkeliaran dengan paspor Rusia yang mencantumkan identitas palsu.
Temuan ini meningkatkan kekhawatiran bahwa Khangoshvili dibunuh oleh pasukan keamanan Rusia ataupun pasukan Kadyrov.
Ini bukan pertama kalinya musuh Kadyrov terbunuh secara misterius. Pada 2009, mantan penjaga Kadyrov, Umar Israilov, yang sempat mengatakan ia pernah disiksa oleh pria itu, ditembak mati di Wina. Pada tahun yang sama, rival politik Kadyrov, Sulim Yamadayev, ditembak mati di Dubai. [CNNIndonesia]
Advertisement
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT