Sempat Buron dan Nikah Siri, Oknum PNS Telantarkan Istri di Aceh Besar Ditangkap

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar berhasil menangkap Empi Sudarmaji (51), terpidana kasus penelantaran keluarga, Rabu (17/11/2021). Sebelumnya, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) sempat buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Jaksa Ekesekutor Kejari Aceh Besar, Shidqi Noer Salsa mengatakan, pelaku sempat diuber petugas selama kurang lebih dua bulan.
“Sejak kami menerbitkan status DPO terhadap terpidana, kami dapatkan informasi dari masyarakat tentang keberadaan terpidana tersebut,” kata Jaksa Ekesekutor Kejari Aceh Besar, Shidqi Noer Salsa pada Kamis (17/11/2021).
Perlu diketahui, tersangka telah diputuskan bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jantho, di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, pada 12 Agustus 2021 lalu. Ia terbukti melanggar Pasal 49 huruf a Jo Pasal 9 Ayat 1 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Ia juga telah melakukan tindak pidana penelantaran keluarga sekira bulan Agustus 2015 lalu, di Cot Iri, Desa Gla Menasah Baroe Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar.

Eksekusi Empi Sudarmaji dilakukan berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Besar, tentang pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Pencarian serta penangkapan terpidana yang buron tersebut dikendalikan langsung oleh Kasi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Aceh Besar, Wahyu Ibrahim.

“Tersangka sebelumnya diketahui meninggalkan istri dan anak-anaknya selama lebih dari empat tahun tanpa memberikan nafkah serta kewajiban lainnya kepada tanggungannya itu,” kata Shidqi Noer Salsa.

Sebelum penelantaran keluarga, terpidana ditenggarai memiliki hubungan dengan wanita lain hingga membuat rumah tangganya dengan istri sahnya tidak harmonis. Bahkan, ia juga sempat melakukan nikah siri dengan wanita lain pada saat ia meninggalkan rumah.

Akibat tindakannya itu, majelis hakim tingkat pertama di Pengadilan Negeri Jantho memvonis Empi Sudarmaji dengan hukuman satu tahun penjara. Akan tetapi, ia tidak terima dan mengajukan upaya banding. Di persidangan selanjutnya, Empi Sudarmaji tetap divonis bersalah oleh majelis hakim tingkat banding. Namun, hukuman yang diputuskan lebih ringan dibandingkan sebelumnya, yakni delapan bulan penjara.

“Terpidana pada saat menjalani proses sidang tidak dilakukan penahanan karena dinilai kooperatif,” tambahnya.

Usai putusan diturunkan dan saat akan dieksekusi, terpidana tidak berada di kediamannya sehingga kemudian pihak kejaksaan menetapkannya sebagai buron. Selama buron, tersangka sering bergonta ganti nomor handphone. Bahkan nomor yang tercatat di pengadilan maupun kejaksaan sudah tidak dapat dihubungi oleh petugas. Selain itu, ia dikabarkan sering berpindah-pindah tempat.  Akhirnya, ia diketahui tinggal di rumah kakaknya di kawasan Ajun, Kabupaten Aceh Besar.

“Selain itu yang bersangkutan sebelumnya bekerja di Dinas Parawisata, telah pindah ke kantor kecamatan,” ujar Shidqi Noer Salsa.

Kini, tersangka telah mendekam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Jantho, di Kabupaten Aceh Besar untuk penyelidikan lebih lanjut. []
Laporan Asnawi Umar
Advertisement
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT