Israel Akan Bantu Ukraina Lawan Rusia

TEL AVIV – Israel menyatakan bakal membantu Ukraina dengan menyediakan peralatan medis maupun bantuan kemanusiaan. Namun, hingga saat ini, Tel Aviv belum mau mendukung dari sisi persenjataan.
Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Israel, yang telah mengirim rumah sakit lapangan dan bantuan kemanusiaan lainnya ke Ukraina, akan terus membantu rakyat “sebanyak yang kami bisa”.
Jawaban itu pun tidak menjawab permintaan langsung Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang menginginkan agar sistem persenjataan anti rudal Iron Dome dapat digunakan di Ukraina.
“Semua orang tahu bahwa sistem pertahanan rudal Anda adalah yang terbaik… dan bahwa Anda pasti dapat membantu orang-orang kami, menyelamatkan nyawa orang Ukraina, orang Yahudi Ukraina,” Zelensky, dalam pidatonya di parlemen kepada badan legislatif asing, Minggu (20/3/2022).
“Kami dapat bertanya mengapa kami tidak dapat menerima senjata dari Anda, mengapa Israel tidak memberlakukan sanksi yang kuat terhadap Rusia atau tidak menekan bisnis Rusia,” tambahnya, sebagaimana dikutip dari Reuters.

BACA JUGA : Curhat Mahasiswa Aceh Hindari Perang di Ukraina dan Kembali ke Indonesia

Zelensky menyebutkan sistem Iron Dome Israel, yang sering digunakan untuk mencegat roket yang ditembakkan oleh militan Palestina di Gaza, sangat diperlukan.
Terkait posisi Israel dalam Perang Rusia-Ukraina, seorang mediator dalam krisis tersebut menyatakan Israel mengutuk serangan Rusia. Namun, mereka juga waspada terhadap ketegangan hubungan dengan Moskow yang menjadi pialang kekuasaan di negara tetangga Suriah, di mana pasukan Israel sering menyerang milisi pro-Iran.
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett termasuk di antara lebih dari 100 dari 120 anggota parlemen yang mendengarkan pidato Zelensky. Ia tidak langsung berkomentar saat mendengar pidato pemimpin Ukraina tersebut.
Sebelumnya, Bennett telah mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin 2 minggu lalu di Moskow. Sejak saat itu, dia juga sudah melakukan pembicaraan dengan Zelensky.
Selain menegur Israel, Zelensky juga membuat perbandingan antara serangan Rusia dengan rencana Nazi Jerman untuk memusnahkan kaum Yahudi Eropa selama Perang Dunia Kedua dalam pidatonya.
“Dengarkan apa yang sedang dikatakan sekarang di Moskow, dengarkan bagaimana mereka mengucapkan kata-kata itu lagi: solusi akhir. Tapi kali ini dalam kaitannya dengan kita, dengan pertanyaan Ukraina,” katanya.
Namun referensi Zelensky menarik kecaman dari Yad Vashem, peringatan Israel di Yerusalem untuk 6 juta orang Yahudi yang dibunuh oleh Nazi Jerman dalam Perang Dunia Kedua. Dikatakan “pernyataan tidak bertanggung jawab” seperti itu meremehkan fakta sejarah Holocaust.[CNBCIndonesia]
Advertisement
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT