HomeDaerahGubernur Aceh Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Selama 14 Hari

Gubernur Aceh Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Selama 14 Hari

Acehjurnal.com – Banda Aceh, Kamis (28/11/2025) – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem secara resmi menetapkan status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi di seluruh wilayah Aceh. Penetapan ini menyusul terjadinya banjir dan tanah longsor yang melanda hampir seluruh kabupaten/kota dalam beberapa hari terakhir.

“Hari ini saya Gubernur Aceh menetapkan status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh,” tegas Mualem di Banda Aceh, Kamis. Pernyataan resmi ini disampaikannya usai menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengenai penetapan Rancangan Qanun Aceh tentang APBA 2025.

Mualem menjelaskan bahwa masa berlaku status tanggap darurat bencana ini adalah selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 28 November hingga 11 Desember 2025. Penetapan status darurat ini diharapkan dapat mempercepat mobilisasi logistik, proses evakuasi, serta koordinasi dukungan lintas lembaga dalam menangani dampak bencana yang semakin meluas.

Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Aceh telah mengambil langkah antisipasi dengan menyalurkan bantuan darurat ke sejumlah kabupaten/kota terdampak. “Kami sampaikan bahwa pemerintah Aceh melalui SKPA terkait telah memberikan bantuan dalam penanganan bencana tersebut,” ujarnya. Namun, kondisi di lapangan dilaporkan semakin kompleks seiring meluasnya wilayah terdampak.

Di sisi lain, Mualem mengungkapkan bahwa akses transportasi di beberapa daerah mulai lumpuh akibat bencana. Salah satu kendala utama adalah putusnya jembatan di jalan nasional Banda Aceh-Medan, yang menghambat distribusi bantuan dan mobilisasi petugas penanggulangan bencana.

Untuk mengatasi kendala aksesibilitas ke daerah terisolasi, Mualem telah mengajukan permintaan dukungan helikopter. “Kita minta kepada Kapolda Aceh agar menyediakan helikopter untuk keperluan peninjauan ke wilayah-wilayah terisolasi banjir,” kata dia.

Berdasarkan data terakhir dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir telah merendam 20 dari 23 kabupaten/kota di Aceh. Bencana hidrometeorologi ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung dalam durasi lama selama sepekan terakhir.

Dampak kerusakan yang ditimbulkan sangat luas, meliputi perumahan warga, jalan, jembatan, hingga lahan pertanian. Selain itu, sejumlah tiang transmisi listrik roboh sehingga menyebabkan pemadaman aliran listrik di beberapa wilayah.

Yang memprihatinkan, bencana ini telah menelan korban jiwa sebanyak 13 orang. Pemerintah terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan korban dan pengungsi dapat berjalan optimal selama masa tanggap darurat.

Dengan ditetapkannya status darurat ini, diharapkan seluruh sumber daya dan mekanisme penanganan bencana dapat dikerahkan secara maksimal guna memulihkan kondisi masyarakat Aceh yang terdampak.

Sumber: ANTARA

Stay Connected

16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News